Logo PLN. (Foto: PLN )

Beranda / Nasional / Listrik Padam Bergilir di Sukoharjo

Listrik Padam Bergilir di Sukoharjo

PravadaNews – Aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada Senin (22/6/2026) diperkirakan akan mengalami penyesuaian seiring adanya agenda dan kegiatan yang berpotensi memengaruhi mobilitas warga, arus lalu lintas, serta layanan publik di beberapa titik.

Kondisi tersebut diperkirakan berdampak pada rutinitas harian masyarakat, mulai dari perjalanan menuju tempat kerja, aktivitas perdagangan, hingga kegiatan pendidikan dan pelayanan pemerintahan.

Warga pun diimbau untuk mempersiapkan perjalanan lebih awal, memperhatikan informasi terkini dari instansi terkait, serta menyesuaikan jadwal kegiatan guna menghindari kendala yang dapat mengganggu kelancaran aktivitas.

Dengan meningkatnya pergerakan masyarakat pada awal pekan, koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan berbagai pihak terkait diharapkan mampu menjaga kelancaran situasi sehingga aktivitas warga tetap dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

Baca juga: PLN Minta Maaf soal Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Sementara itu, PLN melalui ULP Grogol mengumumkan adanya penghentian sementara aliran listrik di beberapa titik akibat kendala teknis operasional pada pembangkit yang memengaruhi sistem kelistrikan.

Kabar ini tentu menjadi perhatian bagi warga, pelaku usaha, hingga perkantoran yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di tengah rutinitas yang padat, listrik bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan urat nadi yang menggerakkan berbagai sektor kehidupan.

PLN menjelaskan, langkah pengaturan operasi sistem ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas jaringan dan mencegah gangguan yang lebih luas.

Meski bersifat sementara, masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri agar aktivitas penting tidak terganggu selama proses pemadaman berlangsung.

Dalam pengumuman resmi yang disampaikan PLN ULP Grogol, pemadaman akan dilakukan secara bertahap di beberapa wilayah dengan estimasi durasi sekitar tiga jam pada masing-masing lokasi.

Tahap Pertama: Pukul 09.00 WIB

Pemadaman dijadwalkan dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan durasi sekitar tiga jam.

Wilayah yang terdampak meliputi, Jalan Pramuka, Laban, Plumbon, Jatiteken, Mojolaban, PB Sridewi, Kadokan dan sekitarnya.

Kabar terbaru, untuk tahap pertama pemadaman listrik di wilayah tersebut dibatalkan, listrik saat ini masih menyala.

Tahap Kedua: Pukul 12.00 WIB

Memasuki siang hari, pemadaman berlanjut pada pukul 12.00 WIB dengan durasi sekitar tiga jam.

Wilayah yang terdampak antara lain, Jalan Satyadarma, Jalan Raya Pondok, Temulus Pondok, Sebagian Parangjoro, SMK 3 Sukoharjo, PT Oripack, PT Arizou, Sebagian Sonorejo, Sebagian Pepe Langenharjo, dan wilayah sekitarnya.

Pada jam-jam produktif tersebut, berbagai kegiatan usaha, pendidikan, hingga industri diperkirakan akan terdampak.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk mengisi daya perangkat elektronik lebih awal dan mengantisipasi kebutuhan operasional yang memerlukan pasokan listrik.

Tahap Ketiga: Pukul 15.00 WIB

Sore hari menjadi giliran sejumlah kawasan lain yang akan mengalami penghentian aliran listrik.

Wilayah terdampak meliputi, Jalan Jlopo, Jalan Pesanggrahan Langenharjo, Sanum Padel, Anak Panah, Apartemen The Kahyangan, PT Hidup Baru, Wisma Doa, Sebagian Ruko Langenharjo Solobaru, dan sekitarnya.

Bagi para pelaku usaha di kawasan Solobaru dan sekitarnya, waktu sore yang biasanya menjadi periode ramai pelanggan diperkirakan memerlukan penyesuaian layanan agar aktivitas tetap berjalan optimal.

Tahap Keempat: Pukul 18.00 WIB

Saat matahari mulai tenggelam dan aktivitas masyarakat beralih ke waktu istirahat, pemadaman terakhir dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 WIB.

Wilayah yang terdampak meliputi, Jalan Brigjen Sudiarto, Jalan Cempaka, Pasar Grogol, dan wilayah sekitarnya.

Bagi kawasan perdagangan seperti Pasar Grogol, pemadaman pada waktu sore hingga malam hari tentu menjadi perhatian tersendiri.

Pedagang dan pengunjung diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas agar tetap nyaman dan aman selama proses berlangsung.

Waktu Pemadaman Bisa Berubah Sesuai Kondisi Sistem PLN juga menegaskan jadwal dan durasi pemadaman yang telah diumumkan bersifat estimasi. Artinya, waktu pelaksanaan dapat bergeser atau disesuaikan dengan kondisi pembebanan sistem kelistrikan di lapangan.

Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan jaringan serta mempercepat proses normalisasi pasokan listrik setelah pekerjaan selesai dilakukan.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari PLN guna memperoleh perkembangan terbaru terkait kondisi kelistrikan di wilayah masing-masing.

Agar aktivitas tidak terganggu, warga disarankan melakukan beberapa langkah antisipasi, antara lain, mengisi daya telepon seluler dan perangkat elektronik sejak awal, menyiapkan lampu darurat atau senter, mengamankan pekerjaan penting yang menggunakan komputer dengan melakukan pencadangan data, mengatur jadwal penggunaan peralatan listrik berdaya besar, memastikan peralatan elektronik dalam kondisi aman saat listrik kembali menyala.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi dampak yang ditimbulkan selama pemadaman berlangsung.

Dalam pengumuman tersebut, PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pelanggan akibat penghentian sementara pasokan listrik.

PLN menegaskan, pihaknya terus mengoptimalkan pasokan dari pembangkit yang tersedia sekaligus mempercepat proses pemulihan agar sistem kelistrikan dapat kembali normal secepat mungkin.

Di balik padamnya lampu-lampu rumah, berhentinya mesin-mesin produksi, dan sunyinya suara peralatan elektronik untuk beberapa saat, terdapat upaya besar untuk menjaga agar sistem kelistrikan tetap andal bagi jutaan pelanggan. Harapannya, setelah proses pengaturan dan pemulihan selesai, pasokan listrik dapat kembali menyala dengan lebih stabil dan aman.

Bagi masyarakat Sukoharjo yang masuk dalam wilayah terdampak, kesiapan menjadi kunci. Dengan mengetahui jadwal lebih awal, setiap aktivitas dapat direncanakan dengan lebih baik sehingga dampak pemadaman dapat diminimalkan. Lampu mungkin padam untuk beberapa jam, namun roda kehidupan diharapkan tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Sebelumnya, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengakui penyebab listrik padam lantaran adanya masalah teknis yang terjadi bersamaan dengan gangguan pada dua pembangkit besar.

Kondisi itu memicu penurunan kemampuan pasokan listrik dan juga turut memaksa dilakukannya pemadaman terkontrol.

Sosok pria yang akrab disapa Gregorius iruvmengatakan ada kendala teknis pada operasional pembangkit serta gangguan pada unit besar yang membuat sebagian kapasitas tidak dapat beroperasi sementara.

“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” ungkap Gregorius dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (20/6).

“Dua unit pembangkit besar mengalami gangguan, sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik,” kata Gregorius.

Di sisi lain, Gregorius menegaskan sistem kelistrikan Jawa secara umum masih berada dalam kondisi terkendali. Namun tekanan pada pasokan membuat perusahaan harus menerapkan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.

PLN juga menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih berupaya untuk mempercepat proses pemulihan, termasuk segera mengoptimalkan pembangkit lain menyesuaikan operasi sistem menyeimbangkan pasokan serta permintaan listrik.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *