PravadaNews – Pengacara Hotman Paris Hutapea menyebut pengungkapan dugaan kasus korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, merupakan operasi besar yang mendapat dukungan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Hotman saat mengomentari perkembangan penanganan perkara yang menjadi perhatian publik.
“Pertama-tama, Hotman Paris mengucapkan selamat atas ketegasan Bapak Presiden dalam kasus Jampidsus,” ujar Hotman dikutip Senin (13/7/2026).
Menurutnya, operasi yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya tidak mungkin terlaksana tanpa adanya dukungan dari pimpinan negara.
Hotman berpendapat, pengungkapan perkara dengan skala sebesar itu membutuhkan keberanian politik yang kuat.
Karena itu, Hotman meyakini langkah aparat penegak hukum tersebut mendapat persetujuan Presiden.
Lebih lanjut, Hotman menyebut pengungkapan perkara yang menyeret Febrie Adriansyah sebagai salah satu langkah berani dalam sejarah penegakan hukum di Indonesia.
Menurutnya, pengusutan kasus tersebut membuka perhatian publik terhadap dugaan kerugian negara yang berkaitan dengan sejumlah perkara besar, termasuk yang melibatkan badan usaha milik negara.
Hal senada disampaikan juga oleh Pengamat politik Hendri Satrio (Hensat) yang mengatakan, publik mengapresiasi keberpihakan Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi.
“Publik tentu patut mengapresiasi ketika Presiden menunjukkan keberpihakan terhadap upaya pemberantasan korupsi. Dukungan politik dari pemimpin negara penting agar aparat penegak hukum semakin percaya diri menjalankan tugasnya,” kata Hensat kepada wartawan, Minggu (12/7).
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI ini mengatakan apresiasi dari publik ini juga harus direspons cermat oleh Prabowo dan jajarannya. Dia mendorong sikap konsisten pemerintah dalam penuntasan kasus korupsi hingga tuntas.
“Apresiasi itu penting, tetapi yang lebih penting adalah memastikan penegakan hukum berjalan konsisten. Di situlah kepercayaan publik akan tumbuh,” katanya.
Menurut Hensat, perhatian tinggi masyarakat terhadap kasus yang menjerat Febrie Adriansyah harus dijawab aparat dengan penegakan hukum yang profesional dan transparan. Dia menyakini publik akan mendukung jika Prabowo melakukan bersih-bersih di pemerintahannya.
“Yang perlu dijaga sekarang adalah kesinambungannya. Jangan sampai semangat pemberantasan korupsi hanya kuat pada momentum tertentu. Publik ingin melihat bahwa komitmen ini menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan yang konsisten,” ujar Hensat.
Keberhasilan pemberantasan korupsi tidak semata diukur dari banyaknya perkara yang ditangani, tetapi juga dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
“Pada akhirnya, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pembuktian harus tetap menjadi fondasi utama. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum akan semakin kuat,” kata Hensat.
Ia berpandangan, dukungan Prabowo selama ini kepada aparat penegak hukum merupakan sinyal positif yang perlu dipertahankan agar agenda pemberantasan korupsi tetap berjalan konsisten.
“Kalau konsistensi ini terus dijaga, saya kira itu akan menjadi warisan tata kelola pemerintahan yang baik. Apresiasi memang layak diberikan, tetapi pengawalan publik juga tetap diperlukan agar semangat antikorupsi terus terpelihara,” katanya.















