Beranda / Kesehatan / 4 Manfaat Sensory Play untuk Tumbuh Kembang Anak

4 Manfaat Sensory Play untuk Tumbuh Kembang Anak

PravadaNews — Anak yang sibuk meremas adonan, memindahkan benda, ataupun mengetuk panci sebenarnya sedang mengenali lingkungan di sekitarnya. Otaknya memproses informasi melalui pancaindra selama kegiatan tersebut.

Proses tersebut penting terutama selama tiga tahun pertama kehidupan. Pada masa ini, anak banyak belajar melalui benda yang dilihat, didengar, disentuh, dicium, dan dirasakan.

Permainan yang memberikan rangsangan kepada pancaindra disebut sensory play atau permainan sensorik. Kegiatannya dapat menggunakan pasir, adonan, air, buah, gelas plastik, hingga benda yang mengeluarkan bunyi.

Alodokter menjelaskan, permainan sensorik membantu membangun koneksi antarsaraf dan melatih anak menyelesaikan persoalan sederhana. Rangsangan itu diproses otak melalui pengalaman yang diperoleh anak selama bermain.

“Otaknya akan mengingat segala hal yang ia lihat, dengar, sentuh, dan rasakan,” tulis sumber kesehatan tersebut, dikutip Kamis (23/7/2026).

Saat orang tua menyebut nama benda atau menjelaskan suatu tindakan, anak memperoleh kosakata baru melalui pengalaman langsung. Dengan begitu, kemampuan bahasa berkembang tanpa hanya mengandalkan hafalan atau penjelasan satu arah.

Gerakan meremas, meraih, memindahkan, serta menyusun benda juga melatih kemampuan motorik anak. Aktivitas itu membantu koordinasi tubuh sekaligus meningkatkan ketepatan gerakan tangan dan jari.

Adapun permainan sensorik mengenalkan hubungan sebab dan akibat melalui percobaan sederhana. Saat mencampurkan warna, misalnya, anak belajar membuat dugaan, mengamati perubahan, lalu menemukan jawabannya sendiri.

Kegiatan yang menarik juga membantu anak bertahan lebih lama pada satu permainan. Proses tersebut dapat melatih fokus sekaligus membantu anak menjadi lebih tenang dalam mengelola emosinya.

Permainan sensorik tidak selalu membutuhkan perlengkapan khusus atau biaya besar. Namun, orang tua perlu memilih bahan sesuai usia dan mengawasi anak agar benda kecil tidak tertelan atau menyebabkan cedera.

Senada dengan itu, Asisten Deputi Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Kemen PPPA, Ciput Eka Purwianti, mengatakan perlindungan anak perlu dimulai dari keluarga. 

“Hulu dari perlindungan anak sesungguhnya dimulai dari keluarga,” ungkap Ciput dalam keterangan resminya, Kamis (16/7).

Pesan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional ke-42 pada 23 Juli 2026 bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Bagi orang tua, pemenuhan hak anak dapat dimulai dengan menyediakan waktu dan permainan sensorik yang aman sesuai tahap perkembangannya.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *