Beranda / Mancanegara / Hampir Seluruh Infrastruktur AS di Erbil Hancur

Hampir Seluruh Infrastruktur AS di Erbil Hancur

PravadaNews – Juru Bicara Angkatan Darat Republik Islam Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia menyatakan bahwa hampir seluruh infrastruktur AS di Erbil telah hancur.

Iran telah menimbulkan kerusakan parah pada pangkalan-pangkalan AS, dan sebagian besar pangkalan tersebut tidak lagi berfungsi secara operasional—terutama di Erbil, Irak, tempat hampir seluruh infrastruktur AS hancur—ujar Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia dalam sebuah program televisi pada Sabtu malam.

Iran siap untuk melanjutkan operasinya dengan cara yang sama jika perang terus berlanjut, sampai AS memahami bahwa mereka tidak dapat memaksakan kehendaknya kepada rakyat Iran melalui agresi militer.

Iran kini menggunakan pesawat nirawak (drone) yang jauh lebih canggih daripada Arash-2, dengan daya hancur, akurasi, dan jangkauan yang lebih besar; spesifikasi drone-drone ini belum diungkapkan, tegasnya.

Akraminia juga mengatakan bahwa Iran telah memperkenalkan peralatan baru yang memberikan kemampuan sangat baik, sehingga menjadikan wilayah udara negara itu lebih berbahaya bagi musuh dibandingkan saat perang 40 hari tersebut, ujar Akraminia.

“Presiden AS Donald Trump telah mengakui bahwa ia memasok senjata dalam jumlah besar kepada kelompok-kelompok anti-Iran yang berbasis di Erbil untuk melakukan operasi darat melawan Iran,” kata Akraminia melansir dari Kantor Berita IRNA, dikutip Minggu (26/7/2026).

Saat ini, kelompok-kelompok tersebut praktis lumpuh dan tidak mampu melakukan operasi; situasi terkini tidak hanya meleset dari prediksi AS, tetapi juga menciptakan kondisi yang sangat tidak menguntungkan bagi negara tersebut, tambahnya.

Menanggapi perkembangan di Selat Hormuz, Akraminia mengatakan Iran telah berulang kali menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali melalui perang, tindakan provokatif, atau agresi, dan kondisi tidak akan kembali seperti sebelum perang.

“Selat Hormuz hanya dapat kembali ke kondisi normal dalam kerangka tatanan Iran dan sikap saling menghormati AS terhadap tatanan tersebut,” tutup Akraminia.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *