PravadaNews – Masa depan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kembali menjadi perhatian di tengah kebutuhan memperkuat konektivitas dan infrastruktur transportasi udara di Jawa Barat.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai, Kertajati harus tetap dipertahankan sebagai bandara internasional sekaligus bagian dari infrastruktur strategis nasional.
Menurut TB Hasanuddin, keberadaan Kertajati memiliki nilai penting karena lokasinya berada di kawasan tengah Jawa Barat.
Posisi tersebut membuat Kertajati dinilai tidak hanya berfungsi sebagai pintu masuk dan keluar wilayah Jawa Barat, tetapi juga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi yang membutuhkan akses penerbangan internasional.
Keberadaan bandara dengan status internasional juga dinilai penting untuk mendukung konektivitas antardaerah serta membuka peluang bagi pergerakan masyarakat, perdagangan, pariwisata, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.
Karena itu, keberlangsungan Kertajati sebagai bandara internasional perlu dipandang sebagai bagian dari kepentingan strategis jangka panjang Jawa Barat.
“Bandara Kertajati berada di tengah-tengah Jawa Barat dan dapat menjadi alternatif strategis apabila bandara-bandara di Jakarta tidak dapat digunakan,” ujar TB Hasanuddin, Senin (7/9/2026).
Hasanuddin mencontohkan erupsi Gunung Anak Krakatau yang saat ini kembali terjadi. Menurutnya, aktivitas vulkanik tersebut berpotensi mengganggu operasional penerbangan di wilayah Jakarta jika kondisi memburuk.
“Peristiwa seperti ini bisa terjadi kembali. Karena itu, kita harus memiliki bandara alternatif yang dapat diandalkan,” kata Hasanuddin.
Hasanuddin menegaskan, jika terdapat rencana menjadikan Kertajati sebagai Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) untuk kepentingan Amerika Serikat.
Dengan mengurangi fungsi strategisnya sebagai bandara internasional, hal tersebut perlu dikaji secara serius agar tidak merugikan kepentingan Indonesia.
“Kalau benar ada rencana Kertajati dijadikan MRO demi kepentingan Amerika, tentu harus dipertimbangkan kembali karena kepentingan strategis Indonesia harus menjadi prioritas,” kata Hasanuddin.
Sebelumnya, aktivitas penerbangan kembali menghadapi gangguan setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meluas ke sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut membuat delapan bandara harus ditutup sementara pada Senin (7/9/2026), sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan penerbangan di tengah potensi erupsi susulan dan perubahan arah sebaran abu.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, penutupan delapan bandara tersebut berlaku hingga pukul 18.00 WIB.
Keputusan diambil berdasarkan data dan informasi yang diterima Kementerian Perhubungan dari BMKG, dengan mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik serta kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9) malam.
Erupsi tersebut menghasilkan sebaran abu vulkanik baru yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan, sehingga pemerintah memilih memperketat pengawasan dan mengambil langkah pencegahan terhadap aktivitas penerbangan di wilayah terdampak.
“Dengan data yang kami miliki, diperoleh dari BMKG, kami memutuskan untuk delapan bandara yang kemarin ditutup, masih tetap kami tutup hingga pukul 18.00 sore nanti. Namun demikian, kami terus memantau informasi yang kami peroleh dari BMKG,” ujar Dudy konferensi pers di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Menhub mengatakan, arah angin di sekitar Gunung Anak Krakatau bergerak berbeda pada beberapa lapisan atmosfer.
Kondisi tersebut membuat abu vulkanik masih bertahan di sekitar sejumlah bandara yang berada dekat dengan gunung.
“Pada beberapa layer terjadi perbedaan arah angin, sehingga membuat debu itu masih bertahan di sekitar lokasi bandara-bandara yang dekat dengan Gunung Anak Krakatau. Dari informasi tersebut, maka kami memutuskan bahwa terhadap kedelapan bandara itu kami masih tetap menutup operasionalnya,” kata Dudy.
Kementerian Perhubungan akan segera memperbarui informasi kepada masyarakat apabila terdapat perubahan kondisi.
Pembaruan juga akan disampaikan kepada media berdasarkan perkembangan informasi terbaru dari BMKG.
Meski operasional ditutup, pemerintah tetap menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat pembukaan kembali bandara.















