Logo Olimpiade Sains Nasional (OSN). (Foto: Dok. Pusat Prestasi Nasional)

Beranda / Ekonomi / Perubahan Hadiah OSN 2026 Jadi Sorotan

Perubahan Hadiah OSN 2026 Jadi Sorotan

PravadaNews – Perubahan nominal hadiah Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 menjadi sorotan setelah pemerintah melakukan penyesuaian anggaran pada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Diketahui, pemenang OSN jenjang SD-SMP/sederajat 2026 menerima hadiah Rp3 juta untuk medali emas, Rp2 juta untuk perak, dan Rp1 juta untuk perunggu, lebih rendah dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Adapun pada OSN 2025, hadiah yang diberikan mencapai Rp15 juta bagi peraih emas, Rp10 juta untuk perak, dan Rp5 juta untuk perunggu.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan perubahan nominal hadiah tersebut terjadi karena adanya pengurangan anggaran pada Puspresnas.

Kemendikdasmen memastikan penyesuaian anggaran ini bukan berarti pemerintah menghentikan dukungan terhadap siswa berprestasi. Pemerintah juga menyiapkan bentuk apresiasi lain, termasuk peluang prioritas beasiswa bagi pemenang OSN.

Menanggapi perubahan itu, Ekonom sekaligus Direktur Big Data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto, menjelaskan kebijakan tersebut perlu dilihat dalam konteks efisiensi anggaran pemerintah.

“Kalau saya melihat dari perspektif ekonomi makro, penyesuaian ini tentu ada kaitannya dengan strategi efisiensi APBN yang dilakukan pemerintah, sehingga kemudian diterjemahkan oleh masing-masing kementerian dan lembaga, salah satunya melalui penurunan nominal hadiah Olimpiade Sains Nasional,” ujar Eko sata dihubungi, Kamis (10/9/2026). 

Hadiah, lanjut Eko, bukan menjadi satu-satunya faktor yang menentukan siswa mengikuti OSN. Namun, insentif tetap memiliki peran sebagai salah satu pendorong bagi peserta untuk mengikuti kompetisi ini.

Selain itu, perubahan dukungan anggaran menurut Eko juga perlu dilihat dari posisi OSN sebagai ajang yang selama ini menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap prestasi siswa.

“Kalau hadiahnya mungkin hanya segitu-gitu saja atau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya semakin turun, secara umum minat berkurang dan yang ikut bisa saja bukan yang terbaik,” kata Ekonom itu.

Eko juga menyoroti rencana pemerintah memberikan prioritas akses beasiswa LPDP bagi pemenang OSN sebagai bentuk dukungan lanjutan. Menurutnya, penghargaan dalam jangka pendek dan pengembangan kesempatan dalam jangka panjang perlu berjalan secara seimbang.

Sorotan terhadap perubahan hadiah OSN juga datang dari influencer sekaligus peraih medali perunggu International Mathematical Olympiad (IMO) 2022, Sandy Kristian Waluyo, yang pernah mengikuti OSN pada periode 2016-2018.

Melalui akun Instagram pribadinya, Sandy membandingkan pengalaman mengikuti OSN sebelumnya dengan kondisi penyelenggaraan saat ini.

“Menurutku ini bukan masalah ikut OSN itu mata duitan, karena kita ikut OSN mendapatkan prestasi dan juga mendapatkan hal-hal yang bisa menjadi benefit setelah mendapatkan prestasi tersebut,” ungkap Sandy, Senin (31/8). 

Sandy juga melihat perubahan penyelenggaraan OSN 2026 yang dilakukan secara daring. Baginya, pengalaman mengikuti OSN secara langsung menjadi bagian penting karena memberikan kesempatan peserta untuk bertemu dan membangun hubungan dengan siswa berprestasi dari berbagai daerah.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *