Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kantor ESDM, Jakarta, Jumat (11/9/2026). (Foto: Dok. PravadaNews/Intan)

Beranda / Nasional / Karhutla Disebut Hampir Mendekati Tangki BP Tangguh

Karhutla Disebut Hampir Mendekati Tangki BP Tangguh

Pravadanews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat hampir mendekati fasilitas tangki BP Tangguh di wilayah timur Indonesia. Bahlil mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena fenomena El Nino yang juga berdampak pada terhadap sektor energi.

“Kita tahu bahwa El Nino ini berdampak tidak hanya pada sektor pertanian, tapi hampir semua sektor termasuk energi,” ujar Bahlil kepada wartawan, di Kantor ESDM, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Bahlil mengatakan dampak tersebut sempat dirasakan pada sejumlah fasilitas energi di wilayah timur Indonesia. Salah satunya terjadi di fasilitas BP Tangguh, kebakaran yang berasal dari kawasan hutan gambut itu sempat hampir mendekati pusat tangki yang berada di fasilitas tersebut.

Meskipun begitu, Bahlil memastikan kondisi tersebut telah berhasil ditangani sehingga kebakaran tidak sampai mengganggu fasilitas tangki BP Tangguh.

“Tapi alhamdulillah semuanya bisa teratasi dengan baik,” kata Bahlil.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai langkah antisipasi apabila fenomena El Nino berlangsung lebih lama, Bahlil mengatakan pemerintah telah melakukan mitigasi.

“Udahlah, kita udah mitigasi ya,” kata Bahlil.

Namun, Bahlil tidak menjelaskan secara terperinci bentuk mitigasi yang telah disiapkan pemerintah untuk menghadapi dampak El Nino terhadap sektor energi.

Diketahui, aktivitas titik panas atau hotspot yang menjadi salah satu indikator potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menunjukkan penurunan di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan pemantauan Sistem Monitoring Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan, ada 6 September 2026, tercatat 674 titik hotspot high confidence secara nasional. Jumlah tersebut kemudian turun menjadi 386 titik pada 7 September 2026 atau berkurang sebanyak 288 titik.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi mengatakan, penurunan jumlah hotspot tersebut menjadi perkembangan positif.

Namun, seluruh pihak tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

“Secara nasional jumlah hotspot high confidence mengalami penurunan cukup signifikan. Namun, kondisi ini tidak boleh membuat kita lengah, terutama karena Sumatra Selatan saat ini mencatat jumlah hotspot tertinggi,” kata Ristianto dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *