PravadaNews – Film horor Kuasa Gelap: Perjanjian Darah mengangkat kisah kelam mengenai kutukan masa lalu leluhur yang berdampak pada kehidupan masyarakat di masa kini.
Alur cerita film tersebut menyoroti penderitaan masyarakat luas di suatu wilayah akibat teror entitas kuno bernama Rephaim yang meminta tumbal nyawa manusia.
Bencana mistis berskala besar itu menuntut turun tangannya tokoh agama dengan kesiapan batin tingkat tinggi demi menyelamatkan masyarakat dari kegelapan.
Memerankan karakter Romo Rendra, Lukman Sardi menceritakan beratnya persiapan spiritual yang wajib dipenuhi oleh seorang imam sebelum bertarung melawan iblis.
“Dalam Gereja Katolik, seorang imam eksorsis dituntut mempersiapkan diri secara rohani melalui Sakramen Rekonsiliasi (pengakuan dosa),” ujar Lukman dalam keterangan yang diterima, Senin (14/9/2026).
Syarat mutlak ini sangat dibutuhkan mengingat sang rohaniwan harus mempertaruhkan nyawa saat menghadapi kekuatan gelap purba yang amat mematikan.
“Kuasa pembebasan berasal dari Kristus, namun disposisi batin dan kesucian hidup sang imam juga sangat penting,” lanjut Aktor tersebut.
Di luar itu, karya visual dari Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment ini mengangkat isu sosial tentang konsekuensi dari sebuah dosa turunan.
Mengomentari benang merah cerita tersebut, produser eksekutif Andi Boediman menjelaskan gagasan utama produksinya.
“Kami membuat film tentang pilihan yang dibuat satu generasi ternyata harus dibayar oleh generasi berikutnya,” ungkap Andi dalam kesempatan yang sama.
Untuk menghidupkan kisah kelam itu, karya ini turut dibintangi deretan pemeran ternama seperti Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, hingga Faiz Vishal.
Adapun film tersebut disutradrai oleh Rizal Mantovani dengan sinematografi Yadi Sugandi, naskahnya ditulis oleh Robert Ronny dan Andri Cahyadi. Selain Andi Boediman, jajaran produser eksekutif diisi oleh Robert Ronny dan Prima Taufik.















