PravadaNews – Laju perekonomian Indonesia diproyeksikan tetap menguat hingga penghujung 2026. Pasalnya, pada semester II ini, pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen.
Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang kuat tersebut diharapkan dapat terjadi pada kuartal III dan kuartal IV 2026.
“Saya yakin di Q3, Q4, setengah tahun kedua ini kita masih bisa tinggi di atas 5,5. Dan ini merupakan pertumbuhan yang cukup baik. Kalau aspirasi, aspirasi kita menuju 6,” ujar Suahasil di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Meskipun begitu, pihaknya tetap mengamati perkembangan kondisi ekonomi global yang tidak pasti. Sebab, kondisi tersebut dapat turut memengaruhi pergerakan ekonomi nasional.
Menurut Suahasil, perekonomian Indonesia itu sendiri terlihat dari sejumlah indikator. Salah satunya dari tingkat inflasi yang berada di level 3,19 persen.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal sebelumnya juga masih terjaga, sedangkan penyaluran kredit perbankan tercatat tumbuh sekitar 13 persen.
“Kalau inflasinya 3,19. Kalau yang namanya pertumbuhan Q1-nya 5,45. Kalau pertumbuhan kreditnya sekitar 13 persen. Ini adalah indikator-indikator yang baik buat fundamental kita,” kata Suahasil.
Di sisi lain, pemerintah juga terus menjaga pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tetap berjalan dengan baik untuk menopang perekonomian nasional.
Dengan sejumlah indikator tersebut, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia tetap memiliki daya tahan untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir 2026.















