Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan. (Foto: Dok. DPR RI)

Beranda / Ekonomi / DPR Desak Bulog Percepat Distribusi

DPR Desak Bulog Percepat Distribusi

PravadaNews – Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak Perum Bulog mempercepat distribusi beras dari gudang ke pasar untuk menekan kenaikan harga pangan menjelang Desember 2026. 

Daniel meminta Bulog tidak hanya mengandalkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), tetapi juga menyalurkan beras premium dengan harga terjangkau.

Daniel menyampaikan desakan tersebut saat mengikuti kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI di Kompleks Pergudangan Bulog Nusaniwe, Ambon, Maluku, Jumat (9/10/2026). Menurut Daniel, ketersediaan stok di gudang perlu diikuti dengan distribusi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Stok di Bulog terlihat aman. Tetapi yang perlu dipastikan adalah seluruh beras itu bisa hadir di pasar dengan harga terjangkau oleh masyarakat,” papar Daniel.

Daniel mengungkapkan, dirinya menerima keluhan dari warga dan pelaku usaha rumah makan mengenai kenaikan harga beras. Keluhan tersebut disampaikan melalui pesan singkat yang diterimanya belakangan ini.

Berdasarkan laporan masyarakat yang diterimanya, beras kemasan lima kilogram yang biasanya dijual Rp75 ribu kini sulit ditemukan. Harga beras dengan kemasan yang sama dilaporkan melonjak hingga hampir Rp100 ribu.

Kenaikan harga tersebut menjadi perhatian menjelang Desember ketika kebutuhan masyarakat diperkirakan meningkat seiring momentum hari raya. Daniel meminta Bulog memastikan pasokan beras tersedia di pasar agar konsumen memiliki akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.

Daniel juga mendorong Bulog mempercepat pengemasan dan penyaluran beras premium di luar program SPHP. Langkah tersebut, menurut Daniel, diperlukan untuk memperluas pilihan beras yang dapat dijangkau masyarakat.

“Bulan Desember kan hari raya, kebutuhan juga akan meningkat. Sehingga kita memastikan seluruh beras yang ada di Bulog terdistribusi dengan baik. Bulog harus mengejar mulai mengemas dan menyuplai beras premium yang bukan SPHP agar masyarakat bisa mengakses dengan harga yang terjangkau,” tegas Daniel.

Di sisi lain, Daniel mengapresiasi capaian Bulog dalam menyerap gabah petani hingga mencapai sekitar 4,5 juta ton. Daniel menyebut capaian tersebut sebagai rekor penyerapan yang perlu diikuti dengan distribusi beras secara optimal.

Meski demikian, Daniel menilai keberhasilan penyerapan gabah belum cukup apabila masyarakat masih menghadapi kesulitan membeli beras akibat kenaikan harga. Menurut Daniel, penyaluran hasil penyerapan ke pasar menjadi bagian penting untuk memastikan manfaatnya dirasakan konsumen.

“Kita sangat apresiasi untuk pertama kalinya Bulog bisa menyerap gabah masyarakat sampai empat setengah juta ton yang menjadi rekor. Tetapi itu baru setengah prestasi. Prestasi berikutnya adalah penyerapan Bulog itu harus segera didistribusikan ke pasar sehingga masyarakat tidak kesulitan membeli beras dan tidak ada peningkatan harga yang terlalu tinggi,” pungkas Daniel.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *