PravadaNews – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyebut pengawasan militer di kawasan Teluk Persia sebagai kekhawatiran besar, baik bagi pemasok maupun konsumen gas.
“Diplomasi energi Iran terus maju dalam KTT GECF. Diskusi berfokus pada pasar gas global dan ketahanan energi,” tulis Araghchi melalui akun X-nya, Rabu (28/10/2026).
Araghchi mengatakan, pengawasan tersebut akan mengganggu pergerakan pasaran internasional.
Araghchi menambahkan bahwa pemasok maupun konsumen gas akan memiliki kekhawatiran yang besar terhadap situasi tersebut.
“Dampak yang menghancurkan terhadap pasar internasional, yang mungkin timbul akibat pengawasan militer di kawasan Teluk Persia yang dipicu oleh Israel, tetap menjadi kekhawatiran besar bagi pihak pemasok maupun konsumen gas,” tambahnya.














