PravadaNews – Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono menilai kesiapan sarana dan prasarana (Sarpras) olahraga di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih memerlukan perhatian dan dukungan serius menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.
Usai melakukan peninjauan di daerah tersebut, Juliyatmono menemukan, kondisi infrastruktur yang ada saat ini belum sepenuhnya memadai untuk menunjang penyelenggaraan ajang olahraga nasional berskala besar.
Menurut Juliyatmono, pembenahan dan peningkatan fasilitas menjadi langkah penting yang harus segera dilakukan agar NTT dapat menjadi tuan rumah yang siap, kompetitif, dan mampu menyukseskan perhelatan olahraga tingkat nasional tersebut.
“Kalau melihat sarpras yang ada, kondisinya pasti tidak seperti yang diharapkan. Artinya tidak menampung kapasitas dalam jumlah yang besar,” ujar Juliyatmono dikutip dari laman dpr.go.id, Sabtu (25/4/2026).
Oleh karena itu, Juliyatmono berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus, termasuk dukungan pembangunan stadion baru sebagai venue utama pembukaan PON 2028.
“Oleh karena, semoga Bapak Presiden bisa memberikan kebijakan lebih khusus,” kata Juliyatmono.
Menurut Juliyatmono, pembangunan stadion baru akan menjadi warisan penting atau legacy bagi NTT setelah penyelenggaraan PON selesai.
“Ini juga peristiwa bersejarah, legasinya sangat penting. Juga di Provinsi NTT yang mulai tumbuh berkembang dengan sangat baik,” ujarnya.
Mengakhiri pernyataannya, Juliyatmono berharap pemerintah pusat, khususnya Presiden, dapat mendukung pembangunan infrastruktur olahraga di NTT sebagai bagian dari pemerataan pembangunan nasional.
“Semoga pemerintah pusat, Bapak Presiden memberikan kebijakan untuk membangun, utamanya stadion ya, yang pada saatnya akan menjadi tempat pembukaan yang cukup bagus,” tandas Juliyatmono.













