Potret gedung Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Jakarta. (Foto: Dok. Nur Aida/PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / BPS Sebut Pengangguran RI Turun Jadi 4,75 Persen

BPS Sebut Pengangguran RI Turun Jadi 4,75 Persen

PravadaNews – Penurunan angka pengangguran menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan kondisi ketenagakerjaan nasional.

Meski pasar kerja masih dihadapkan pada tantangan penyerapan tenaga kerja, data terbaru menunjukkan jumlah penduduk yang belum memperoleh pekerjaan mulai mengalami penyusutan dibandingkan tahun sebelumnya.

Tren tersebut memberi gambaran adanya perbaikan dalam dinamika pasar tenaga kerja Indonesia.

Namun, jutaan orang yang masih berstatus penganggur menegaskan pekerjaan rumah pemerintah belum sepenuhnya selesai, terutama dalam memperluas kesempatan kerja dan memastikan angkatan kerja terserap secara optimal.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2026 sebesar 4,75 persen, turun 0,10 persen poin dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 4,85 persen.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud mengatakan, jumlah penganggur pada Agustus 2026 mencapai 7,38 juta orang atau setara dengan 4,75 persen dari total angkatan kerja.

“Angka ini lebih rendah jika dibandingkan Agustus 2025 sebesar 4,85 persen,” kata Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

BPS mencatat jumlah angkatan kerja pada Agustus 2026 mencapai 155,37 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147,99 juta orang bekerja dan 7,38 juta orang menganggur.

Dibandingkan Agustus 2025, jumlah penduduk bekerja bertambah 1,44 juta orang.

Sementara itu, jumlah penganggur berkurang 77 ribu orang.

Berdasarkan lapangan usaha, pertanian menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 28,20 persen.

Berikutnya, perdagangan besar dan eceran sebesar 17,86 persen serta industri 13,75 persen.

Dari sisi status pekerjaan, proporsi pekerja formal pada Agustus 2026 tercatat 42,07 persen.

Angka tersebut turun dibandingkan Agustus 2025 sebesar 42,20 persen, meskipun jumlahnya meningkat 410 ribu orang menjadi 62,25 juta orang.

Sebaliknya, proporsi pekerja informal meningkat dari 57,80 persen pada Agustus 2025 menjadi 57,93 persen pada Agustus 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan pekerja informal masih mendominasi struktur ketenagakerjaan nasional.

Berdasarkan jam kerja, BPS mengelompokkan penduduk bekerja menjadi pekerja penuh, paruh waktu, dan setengah pengangguran.

Kategori tersebut mengacu pada jumlah jam kerja serta kesediaan seseorang untuk menerima pekerjaan tambahan.

Pada Agustus 2026, pekerja penuh tercatat sebanyak 99,85 juta orang atau 67,47 persen.

Sementara itu, pekerja paruh waktu mencapai 35,29 juta orang atau 23,85 persen.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *