PravadaNews – Pemerintah Indonesia terus mematangkan persiapan pelaksanaan haji tahun 1447 H/2026 M. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyoroti soal pemenuhan kuota haji Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, pihak harus gerak cepat untuk mengisi kuota akibat jemaah yang wafat, sakit, atau mengundurkan diri.
“Isu kuota ini sangat krusial di tingkat nasional,” kata Menhaj, Senin (6/4/2026).
Oleh karena itu, Menhaj menginstruksikan sistem Siskohat di daerah untuk proaktif agar posisi yang kosong diisi dengan jemaah cadangan yang memenuhi syarat pelunasan.
“Saya tidak ingin melihat ada satu kursi pun yang kosong atau mubazir hanya karena lambatnya administrasi mitigasi,” tegas Menhaj.
“Setiap kursi adalah harapan jemaah yang sudah mengantre belasan tahun,” tambah Menhaj.
Menhaj menekankan, perlengkapan seperti koper dan atribut jemaah harus sudah siap sepenuhnya sebelum berada masuk ke asrama.
Tidak hanya itu saja, Menhaj menyoroti fasilitas untuk jemaah haji sebelum berangkat dan sesampainya di Tanah Suci.
Menhaj mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah haji.
“Wajah pelayanan kementerian kita tercermin dari bagaimana kita menjamu tamu Allah di asrama,” kata Menhaj.
Menhaj mewanti-wanti vendor yang tidak serius dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.
“Jika ada vendor yang lamban atau fasilitas asrama yang tidak layak, saya instruksikan untuk segera diganti dalam hitungan hari,” tegas Menhaj.
“Tidak ada kompromi untuk kenyamanan jemaah, terutama bagi para lansia kita,” tambah Menhaj menegaskan.
Tidak Ada Kendala
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak meminta doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar penyelenggaraan haji 2026 berjalan lancar dan aman.
Dahnil juga melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan operasioanl haji serta koordinasi dengan otoritas setempat.
Dahnil mengatakan, persiapan haji 2026 sampai saat ini terus dilakukan. Koordinasi antara Indonesia dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga cukup baik.
Dahnil menuturkan, keberangkatan perdana jemaah haji Indonesia dijadwalkan dimulai pada 22 April 2026.
“Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada kendala dalam persiapan. InsyaAllah, keberangkatan pertama jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 22 April 2026,” kata Dahnil, Minggu (29/3/2026).
Wamenhaj menegaskan, pemerintah terus berupaya optimal memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan haji berjalan dengan baik demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah.
Di tengah dinamika konflik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, Dahnil mengajak masyarakat untuk memperkuat doa sebagai ikhtiar bersama.
“Kita berdoa kepada Allah SWT semoga penyelenggaraan Haji 2026 berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah. Kami juga memohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar seluruh proses ini diberikan kemudahan,” kata Dahnil.















