PravadaNews – Badan Urusan Logistik (Bulog) meminta tambahan kuota Minyakita ke Kementerian Perdagangan (Kemendag). Tambahan kuota itu untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi di sejumlah pasar di Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, permintaan tambahan kuota setelah pihaknya melaporkan kondisi ketersediaan Minyakita di pasar kepada Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.
“Jadi terkait MinyaKita kosong, kemarin kami sudah lapor ke Pak Mentan untuk mengatasi MinyaKita yang kosong tersebut. Terus terang kami sudah mengajukan ke Kementerian Perdagangan untuk penambahan kuota,” kata Rizal dikutip Rabu (15/4/2026).
Baca Juga: RI-Rusia Jajaki Kerja Sama Energi
Rizal menjelaskan, kelangkaan Minyakita terjadi karena kuota distribusi yang masih terbatas. Sehingga, kebutuhan pasar belum terpenuhi seluruhnya. Apalagi, dibarengi dengan program pemerintah.
Rizal menerangkan, skema distribusi yang berlaku saat ini yakni 35% dari Domestic Market Oblogation (DMO) yang dibagi ke tiga BUMN di antaranya; 70% Bulog, 20% ID Food, 10% Agrinas Palma Nusantara.
Kendati begitu mendapat kuota paling besar, Bulog harus putar otak agar distribusinya tepat sasaran, sehingga kebutuhan pasar dan program pemerintah bisa terpenuhi.
Selain itu, Bulog saat ini sedang menjalankan tugas untuk menyalurkan bantuan pangan untuk 33 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan itu meliputi, minyak goreng dengan merek Minyakita dan beras.
Tugas yang dijalankan ini membuat Bulog harus membagi alokasi Minyakita untuk kebutuhan bantuan pangan dan distribusi pasar secara merata, agar tidak terjadi kekosongan.
Rizal menyampaikan, keterbatasan kuota DMO menjadi tantangan bagi Bulog karena harus menyesuaikan dengan kebutuhan di setiap daerah yang terus alami peningkatan.
“Jadi memang keterbatasan DMO tersebut apabila dihadapkan dengan kebutuhan MinyaKita untuk bantuan pangan. Jadi kami berbagi, harus pintar-pintar, separuh ke bantuan pangan, separuh ke pasar dan lain sebagainya,” beber Rizal.
Rizal mengatakan, Mentan telah memberikan arahan untuk mengajukan penambahan kuota DMO. Hal itu dilakukan agar distribusi bisa dilakukan secara merata di setiap daerah.
Bulog, kata Rizal, mengajukan penambahan kuota DMO sebesar 65%. Rizal berharap pengajuannya dapat disetujui. Sehingga, bisa memenuhi kebutuhan pasar dan program bantuan pangan pemerintah.
“Oleh karena itu sesuai arahan dari Pak Mentan kemarin diperintahkan kita untuk menambahkan pengajuan kuota DMO-nya 65 persen. Harapannya bisa meng-cover untuk pasar dan termasuk untuk bantuan pangan,” pungkas Rizal.















