Beranda / Ekonomi / Amran Pastikan Tak akan Babat Hutan untuk Proyek Etanol

Amran Pastikan Tak akan Babat Hutan untuk Proyek Etanol

Pravadanews – Pemerintah berencana pengembangan etanol dalam skala besar di Indonesia. Dalam proses pembangunannya nanti, dibutuhkan hingga 2 juta hektar lahan.

Namun, di tengah kebutuhan tersebut, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memastikan tidak akan membabat lahan, bahkan hal itu menjadi pilihan paling akhir.

Pihaknya justru akan lebih dahulu memanfaatkan sejumlah lahan yang telah tersedia untuk mengembangkan komoditas bahan baku etanol.

“Jadi jangan langsung babat hutan, enggak. Itu terakhir,” ujar Amran di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Menurut Amran, salah satu opsi yang akan dipertimbangkan adalah lahan yang diarahkan untuk agroforestri maupun tanaman pangan. Hal itu dilakukan dengan menyeleksi lahan tersebut untuk mencari lokasi yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan bahan baku etanol.

Amran menegaskan, pelepasan kawasan hutan baru akan ditempuh sebagai pilihan terakhir apabila kebutuhan lahan belum dapat dipenuhi dari opsi yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan energi dan kelestarian lingkungan.

“Paling terakhir baru pelepasan hutan. Itu paling terakhir. Pokoknya kita jaga lingkungan, tetapi kita juga menjadi swasembada energi atau berdaulat energi,” jelas Amran.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan produksi bahan bakar campuran etanol 20 persen atau E20 dapat direalisasikan dalam dua tahun mendatang. Target tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah akan menyiapkan sekitar 2 juta hektare lahan di sejumlah wilayah, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan hingga Papua. Lahan tersebut terutama akan digunakan untuk pengembangan tebu yang dinilai paling memungkinkan menjadi bahan baku etanol dalam skala besar.

“Mengonversi etanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu. Menyiapkan lahannya lebih kurang 2 juta hektare, ada yang dari luar Jawa, ada yang dari Jawa, ada dari Sumatra akan disiapkan,” kata Zulkifli.

Pemerintah menargetkan kebutuhan etanol untuk E20 seluruhnya berasal dari produksi dalam negeri. Sementara pembangunan industri pengolahannya akan dilakukan oleh Danantara. Dalam jangka panjang, pihaknya juga menyiapkan peningkatan pencampuran etanol secara bertahap hingga E50.

“E20 dalam negeri semuanya. Bertahap kita akan menuju E50, seperti B50. Tapi yang pertama ini E20, jangka panjang akan menuju E50,” ujar Zulkifli.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *