Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman saat konferensi pers terkait Pembahasan Perkembangan Harga TB dan Upaya Stabilitas Harga TBS di Gedung Kementerian Pertanian. (Foto: Dok. PravadaNews)

Beranda / Nasional / Amran: Tak Ada Ruang bagi Mafia dan Koruptor Beras

Amran: Tak Ada Ruang bagi Mafia dan Koruptor Beras

PravadaNews – Sepiring nasi yang seharusnya menjadi sumber gizi justru diduga berubah menjadi ladang keuntungan bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Temuan indikasi beras biasa dipasarkan sebagai beras fortifikasi dengan harga mencapai Rp42 ribu per kilogram memunculkan kekhawatiran atas hak masyarakat untuk memperoleh pangan yang berkualitas sesuai dengan yang dijanjikan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, hasil pemeriksaan sementara menemukan dugaan praktik tersebut.

Menurut Amran, persoalan ini bukan sekadar pelanggaran dalam tata niaga, melainkan bentuk pengambilan hak masyarakat karena beras fortifikasi semestinya mengandung tambahan vitamin dan mineral untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

“Ini terlalu kejam. Beras biasa dijual sebagai beras fortifikasi sehingga selisih harganya bisa mencapai Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram. Ini mengambil hak rakyat dan tidak manusiawi,” ujar Amran dikutip Selasa (4/8/2026).

Pemerintah, lanjut Mentan, telah mengambil sampel dari berbagai daerah sebagai bagian dari proses investigasi. Seluruh pelaku yang terbukti melanggar akan dikenai sanksi tegas, baik administratif maupun pidana.

“Kalau terbukti melanggar, izinnya kami cabut. Kalau ada unsur pidana, kami proses hukum. Selama kami dipercaya Presiden memimpin Kementerian Pertanian, tidak ada ruang bagi mafia dan koruptor,” tegas Amran.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, Hanif Caniago mengatakan, organisasinya siap mengawal langkah tegas Kementerian Pertanian dalam memberantas mafia pangan.

Hanif melihat, Mentan menunjukkan keberpihakan yang kuat kepada masyarakat kecil serta respons cepat terhadap berbagai aspirasi pemuda.

“Kami sangat mengapresiasi langkah tegas Pak Amran. Kami dari Pemuda Hidayatullah siap mengawal bagaimana Kementerian Pertanian memberantas mafia-mafia yang hanya menguntungkan dirinya sendiri. Kami percaya beliau berani membela kepentingan rakyat, dan kami akan memastikan implementasinya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Hanif.

Hanif juga mengapresiasi pola komunikasi Amran yang dinilainya langsung memberikan solusi konkret atas persoalan yang disampaikan organisasi kepemudaan, mulai dari kebutuhan pupuk hingga fasilitas pascapanen.

Menurut Hanif, organisasi pemuda siap menjadi mitra pemerintah untuk memastikan program-program tersebut berjalan di lapangan.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *