PravadaNews – Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi menyatakan bahwa Amerika Serikat hanya mendengar kata ‘tidak’ dari Iran selama 80 tahun.
Kata Abdollahi, AS memiliki harapan besar bahwa Iran akan menyerah. Tetapi, Iran tidak menyerah sampai kapanpun.
Jenderal Abdollahi mengatakan pada hari Minggu bahwa Iran sedang menghadapi “perang hibrida, perang lunak, dan perang kognitif secara menyeluruh dari pihak-pihak lawan.
Abdollahi menyebutkan bahwa musuh-musuh dari AS dan Israel berupaya menutupi kegagalan strategis dan militer mereka melalui perang lunak dan kognitif serta tekanan ekonomi, namun mereka akan kembali gagal menghadapi keteguhan rakyat Iran dan keputusan para pejabat negara tersebut.
Abdollahi menekankan pentingnya persatuan nasional serta pemanfaatan seluruh kapabilitas domestik dan internasional dalam menghadapi perang lunak dan kognitif.
Abdollahi menyatakan bahwa media dan “perang narasi” memegang peranan sentral dalam konfrontasi ini, seraya menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran telah mampu memberikan respons asimetris terhadap ancaman AS dan Israel serta mempertahankan inisiatif.















