PravadaNews – Beras premium kemasan 5 kilogram terpantau masih sulit ditemukan di sejumlah minimarket di kawasan Kukusan, Depok. Berdasarkan pantauan di dua gerai, yakni Alfamidi dan Indomaret, komoditas pangan tersebut mengalami kekosongan stok.
Pantauan di salah satu gerai Alfamidi menunjukkan tidak adanya stok beras di rak penjualan, baik jenis premium maupun Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Karyawan minimarket ritel moden, Amel, mengakui beras premium tidak tersedia. “Iya beras kosong, Mbak,” ucap Amel saat ditemui, Minggu (13/9/2026).
Kekosongan stok beras ini, lanjutnya, sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Amel pun belum dapat memastikan kapan komoditas ini akan kembali masuk ke gerainya. “Belum tahu, Mbak, kapan masuknya lagi,” jelas pegawai itu.
Kondisi keterbatasan stok yang serupa juga ditemukan di Indomaret. Pada gerai tersebut, rak yang seharusnya memuat beras premium merek Sintanur Pandan Wangi seharga Rp106.500 justru diisi oleh tumpukan beras SPHP 5 kg.
Salah satu pegawai membenarkan stok beras premium di tempatnya sedang kosong sehingga area rak hanya diisi oleh beras program pemerintah.
Menyikapi dinamika ketersediaan beras di tingkat ritel ini, pemerintah melalui Perum BULOG tengah memacu penguatan ekosistem perberasan nasional. Langkah itu diambil untuk memastikan pasokan beras premium di jaringan ritel modern kembali stabil dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
Kabar terbaru, Perum Bulog menjalin kerja sama dengan PT Padi Indonesia Maju yang merupakan bagian dari Wilmar Group.
“Bulog terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk memperkuat ekosistem pangan nasional. Bersama PT Padi Indonesia Maju, kami akan mendorong produksi dan penyediaan beras premium yang berkualitas sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan beras yang tersedia di pasar, khususnya melalui jaringan ritel modern,” tutur Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhan dalam keterangan resminya, Sabtu (12/9).
Dalam pelaksanaanya, kerja sama tersebut akan melibatkan fasilitas produksi milik Wilmar Group yang tersebar di Palembang, Serang, Ngawi, dan Mojokerto untuk mengoptimalkan proses pengolahan dan penyediaan beras premium.















