PravadaNews – Perum Bulog mencatat sekitar 400 ribu ton beras telah dikeluarkan dalam dua pekan terakhir melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan catatan Perum Bulog dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, total persediaan beras yang dikuasai Bulog mencapai 4.861.816 ton. Jumlah itu terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 4.855.120 ton dan stok komersial sebesar 6.697 ton.
Cadangan ini digunakan untuk menjalankan berbagai penugasan pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan dan program SPHP.
Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, mengatakan kebutuhan SPHP di daerah terus meningkat seiring tingginya serapan masyarakat. Untuk bantuan pangan periode berjalan, Bulog telah menyalurkan sebagian dari alokasi yang diberikan pemerintah.
“Untuk bulan September ini secara spesifik selain bantuan pangan, kita juga ditugaskan untuk menyalurkan bantuan pangan kepada 33,4 juta penerima di seluruh Indonesia untuk warga Desil 1 sampai Desil 4. Kita sudah merealisasikan bulan ini sebesar 35,52 persen, atau yang sudah keluar dari gudang Bulog itu 466 ribu ton untuk bulan ini saja,” ujar Andi dalam paparannya, Senin (7/9/2026).
Selain bantuan pangan, Andi menyoroti penyaluran SPHP yang terus berjalan di berbagai wilayah. Secara keseluruhan, beras yang dikeluarkan Bulog melalui bantuan pangan dan SPHP dalam periode tersebut mencapai hampir 500 ribu ton.
Tingginya penyaluran SPHP membuat stok penugasan program itu semakin berkurang. Andi menyampaikan sisa stok SPHP saat ini sekitar 70 ribu ton dan diperkirakan akan habis pada September apabila tidak ada tambahan penugasan.
“Karena kalau misalnya tidak ditambah, mulai bulan depan kita tidak punya sisa lagi, mengingat tinggal 70 ribu ton yang kami perkirakan akan berakhir di bulan September ini,” jelas Andi.
Kemudian, Bulog mengusulkan tambahan pasokan untuk melakukan intervensi pada segmen beras premium. Usulan tersebut kemudian menjadi pembahasan pemerintah dalam rapat koordinasi pengelolaan dan penyaluran cadangan pangan pemerintah.
Dalam hari yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan pemerintah memutuskan menambah alokasi beras SPHP sebanyak 1 juta ton untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan alokasi SPHP sebesar 888 ribu ton. Dengan tambahan itu, penyaluran SPHP akan diperkuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada tiga bulan terakhir 2026.
Di tingkat pasar, kenaikan harga beras juga diakui dari salah satu pedagang beras di Pasar Kemiri, Depok, yang menyebut harga beberapa jenis beras mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Iya naik, harga barang semua naik,” tutur pedagang beras yang enggan disebutkan namanya saat ditemui PravadaNews, Selasa (8/9).
Berdasarkan pantauan ini, beras Petruk dijual Rp13.500 per liter, naik dari sebelumnya Rp13.000 per liter. Sementara jenis lain seperti Ramos Cianjur dijual Rp13.000 per liter, Jeruk Garut Rp14.000 per liter, Pandan Wangi Rp15.000 per liter, dan Ketan Solo Rp21.000 per liter.















