PravadaNews – Perum Bulog menyalurkan 350 ribu paket sembako kepada buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Monas.
Program ini disebut sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli pekerja di tengah tekanan ekonomi.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang disiapkan dalam waktu singkat.
“Syukur alhamdulillah dari pagi atau bahkan kemarin kami Bulog sesuai dengan arahan Bapak Presiden untuk mengoordinir penyiapan 350 ribu paket sembako,” kata Rizal di Jakarta, dikutip Sabtu (2/5/2026).
Baca juga : Ketergantungan Impor Masih Jadi Titik Lemah
Rizal menjelaskan setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti beras 2,5 kilogram, gula, minyak goreng, kopi, teh, dan sarden. Nilai bantuan disebut mencapai sekitar Rp350 ribu per paket.
“Kalau dikalkulasikan, nilai bantuan ini kurang lebih Rp350 ribu per satu paket,” ujar Rizal.
Selain sembako, kata Rizal, pemerintah juga menyediakan makan siang gratis bagi sekitar 350 ribu buruh yang hadir dalam kegiatan May Day di Monas. Dana bantuan tersebut disebut bersumber dari Kementerian Sekretariat Negara, sementara Bulog bertugas dalam distribusi.
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, setiap penerima diwajibkan menandai tangan dengan tinta biru sebagai bukti pengambilan bantuan.
Distribusi bantuan ini turut melibatkan ID Food dan BUMD DKI Jakarta dalam penguatan logistik di lapangan. Rizal menyebut pelaksanaan berjalan tertib seiring aksi buruh yang berlangsung damai.
Salah satu buruh asal Depok , Ridho Ajis mengaku bantuan tersebut membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.
“Ya, ini sangat membantu bagi kami para buruh di seluruh Indonesia,” kata Ridho.
Ridho datang bersama rekan-rekannya menggunakan dua bus dari Depok untuk mengikuti peringatan May Day di Jakarta















