PravadaNews – Komisi III DPR RI mendukung penuh langkah Polri mengusut tuntas dugaan skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Kapolri diminta bergerak cepat mengungkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk latar belakang dan motif di balik aksi tersebut.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan, pengusutan kasus harus dilakukan secara transparan dan disertai tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti terlibat.
Habiburokhman juga menyoroti dugaan keterlibatan mantan Kapolri LSP.
Menurut Habiburokhman, apabila dugaan penyadapan ilegal tersebut terbukti. Maka, tindakan itu dapat menghapus seluruh catatan prestasi yang pernah diraih selama bertugas di institusi Polri.
Habiburokhman mengibaratkan hal tersebut dengan doktrin perkalian nol (zero multiplier) yang dikenal dalam dunia militer dan organisasi taktis.
Doktrin itu menempatkan loyalitas dan integritas sebagai faktor utama dalam menilai keberhasilan seseorang.
“Dalam dunia militer dan organisasi taktis ada doktrin ‘perkalian nol’ (zero multiplier), di mana loyalitas dan integritas adalah faktor pengalian mutlak. Secara matematis, berapapun besarnya angka prestasi seseorang, jika dikalikan dengan nol maka hasilnya tetap nol,” kata Habiburokhman dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Habiburokhman menjelaskan, prinsip tersebut juga berlaku bagi pejabat publik. Sebesar apa pun prestasi yang pernah dicapai, menurutnya, tidak akan berarti apabila integritas dan loyalitas sebagai fondasi utama justru diabaikan.
Pernyataan Habiburokhman itu sekaligus merespons unggahan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu di media sosial yang menyindir pernyataannya dalam rapat paripurna DPR RI pada 6 Juni 2026.
Dalam rapat tersebut, Habiburokhman sempat menyebut LSP sebagai salah satu Kapolri terbaik sepanjang masa.
Menanggapi sindiran tersebut, Habiburokhman mengaku tidak mempersoalkannya dan memandang kritik sebagai bagian dari kebebasan berpendapat dalam demokrasi.
Namun, ia merasa perlu menjelaskan konteks pernyataannya dengan merujuk pada doktrin perkalian nol yang pernah diajarkan seniornya di Partai Gerindra.
“Saya perlu menyampaikan satu doktrin yang diajarkan senior saya di Gerindra yang disebut perkalian nol tadi,” ucapnya.
Habiburokhman menegaskan, dukungan Komisi III DPR terhadap pengusutan kasus penyadapan tersebut harus menjadi dorongan bagi Polri untuk mengungkap perkara secara menyeluruh. Termasuk siapa saja yang terlibat dan apa motif di baliknya.














