Influencer kesehatan sekaligus dokter, Gia Pratama Putra atau dokter Gia. (Foto: Dok. Instagram @yotnc.id)

Beranda / Infotaiment / Dr. Gia Bicara Citra Positif Influencer: Pura-pura Itu Capek

Dr. Gia Bicara Citra Positif Influencer: Pura-pura Itu Capek

PravadaNews – Potongan video bisa membuat figur publik cepat dikenal, tapo komentar warganet juga mudah menguji keasliannya. Nama Gia Pratama Putra atau dokter Gia ikut ramai setelah cerita dan cara bicaranya banyak dibagikan di media sosial.

Gia dikenal sebagai dokter, penulis, dan influencer edukasi kesehatan. Gaya bertuturnya yang ringan membuat pengalaman medis terasa lebih dekat bagi audiens digital.

Popularitas itu membuat citra positif Gia ikut menjadi perhatian publik. Sikap yang terlihat baik di depan kamera sering dipertanyakan, terutama ketika figur tersebut makin sering muncul di lini masa.

Gia menilai, kepercayaan publik tidak cukup dibangun lewat tampilan rapi. Menurutnya, citra positif harus sejalan dengan karakter yang dijaga setiap hari.

“Kalau teman-teman ingin punya trust atau kepercayaan, berarti harus konsisten membangun karakter yang baik. Tidak bisa pura-pura, karena pura-pura itu capek sekali, jadi lebih baik benar-benar menjadi baik, lalu konsisten membangun dari situ,” tutur Gia dalam Young on Top National Conference 2026 (YOTNC16) di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thamrin Convention Hall, Jakarta, dikutip Senin (6/7/2026).

Baca juga: Ini 4 Manfaat Teh Jahe bagi Kesehatan

Orang terdekat, ungkap Gia, masih mengenalnya sebagai pribadi yang sama sejak sekolah. Penilaian istri dan teman SMA menjadi contoh bahwa konsistensi tidak muncul setelah popularitas datang.

Sebelum dikenal sebagai figur digital, Gia sudah dekat dengan dunia menulis sejak SMA. Kemampuan merangkai kata pernah menjadi penghasilan tambahan saat membantu teman menyampaikan perasaan kepada pasangan.

Kebiasaan menulis itu kemudian membentuk cara Gia menyampaikan cerita. Pengalaman medis yang berat dapat disampaikan dengan bahasa sederhana tanpa menghilangkan pesan utama.

Selain itu, isi pikiran berpengaruh pada cara seseorang berbicara.

“Apa pun yang teman-teman masukkan ke kepala, itu yang akan keluar melalui ucapan dan percakapan,” lanjut Gia.

Sementara itu, data Reuters Institute 2026 menunjukkan media sosial menjadi pintu utama masyarakat Indonesia dalam mengakses informasi. Sebanyak 64% responden mendapatkan berita dari media sosial, sementara WhatsApp tercatat naik menjadi 56% untuk akses berita.

Angka itu menunjukkan citra influencer tidak hanya dibentuk oleh konten utama. Potongan video, komentar, hingga algoritma juga ikut menentukan cara publik membaca sosok tertentu.

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang mengatakan, algoritma telah mengubah arus informasi digital. 

“Era algoritma telah mengubah cara informasi diciptakan, disebarkan, dan diterima publik,” ujar Rustika dalam keterangan resminya, Kamis (25/6).

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga mencatat 54% masyarakat mengakses berita melalui media sosial dan 70% menerima informasi lewat platform video. Karena itu, citra positif influencer lebih kuat ketika karakter, pesan, serta perilaku berjalan searah.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *