Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Dok. Nur Aida/PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / ETF Emas Masuk Saat Bursa belum Pulih

ETF Emas Masuk Saat Bursa belum Pulih

PravadaNews – Pemulihan pasar saham pada Juli belum menutup koreksi sepanjang tahun ketika Exchange Traded Fund (ETF) emas masuk sebagai pilihan investasi baru di bursa.

Perlu diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 10,51% menjadi 6.236,13 pada Juli 2026, tapi masih turun 27,88% sejak awal tahun. 

Di tengah kondisi tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong ETF emas sebagai bagian dari pendalaman pasar modal.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, instrumen berbasis emas dapat menjadi alternatif ketika pasar mengalami volatilitas.

“ETF Emas ini menawarkan kepraktisan dan juga likuiditas karena diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Perluasan pasar, investasi inklusif sesuai prinsip syariah, dan juga ini merupakan salah satu investasi yang merupakan safe haven, ya, berlindung saat mungkin terjadi volatilitas dan lain sebagainya,” ungkap Kiki di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8/2026).

Meski demikian, emas juga tidak lepas dari perubahan harga. World Gold Council mencatat harga emas sekitar US$4.027 per ons pada akhir Juli setelah sempat menembus US$5.500 pada Januari.

Karena itu, OJK menempatkan ETF emas bukan hanya sebagai pilihan saat saham tertekan, tapi juga bagian dari perluasan pasar bulion dan pendalaman pasar keuangan.

Pengembangan instrumen tersebut telah dibahas sekitar 10 hingga 15 tahun sebelum akhirnya dapat direalisasikan. Perubahan aturan dan kesiapan infrastruktur kemudian membuka jalan bagi produk berbasis emas diperdagangkan melalui BEI.

Kehadirannya bertepatan dengan pertumbuhan jumlah investor pasar modal. OJK mencatat sekitar 30,06 juta investor hingga akhir Juli, sementara jumlah Single Investor Identification (SID) telah melewati 30,27 juta pada Agustus.

Salah satu produk yang mulai diperdagangkan adalah Trimegah Syariah ETF Emas berkode XTRA. Produk PT Trimegah Asset Management itu memberikan akses terhadap pergerakan harga emas melalui transaksi di bursa.

Direktur Utama Trimegah Asset Management Antony Dirga menjelaskan, jalur ini sebelumnya belum tersedia dalam pasar modal Indonesia.

“Tapi kan belum ada di pasar modal. Jadi ini menurut kita salah satu alternatif investasi baru untuk di pasar modal,” tutur Antony kepada PravadaNews dalam kesempatan yang sama.

Investor, lanjutnya, dapat membeli dan menjual ETF emas melalui pasar sekunder menggunakan rekening sekuritas tanpa harus menyimpan emas fisik secara langsung. Akses tersebut juga terbuka bagi investor ritel maupun institusi.

Adapun Trimegah menargetkan dana kelolaan XTRA mencapai beberapa ratus miliar rupiah hingga akhir 2026. Target itu menjadi salah satu ukuran awal penerimaan investor terhadap instrumen emas yang baru diperdagangkan di bursa.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *