Faktor Beras Premium Sulit Ditemukan di Ritel Modern. (Infografis: PravadaNews)

Beranda / Infografis / Faktor Beras Premium Sulit Ditemukan di Ritel Modern

Faktor Beras Premium Sulit Ditemukan di Ritel Modern

PravadaNews – Keterbatasan beras premium di sejumlah ritel modern memunculkan persoalan di tengah pasokan yang sebenarnya masih tersedia. Data PIBC menunjukkan stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang mencapai 45.638 ton.

Pada saat yang sama, harga rata-rata saat ini berkisar Rp13.000 per kilogram. Pasokan terbesar berasal dari Karawang sebesar 57,29%, sementara 71,06% pengiriman menuju DKI Jakarta.

Di tingkat konsumen, tiga sumber data pemerintah juga mencatat harga beras premium atau kategori kualitas super berada di atas HET Zona I Rp14.900 per kilogram: SP2KP Kemendag Rp15.675, PIHPS Bank Indonesia Rp17.950, dan BPS Rp16.495 per kilogram.

Perbedaan harga tersebut menjadi salah satu titik persoalan yang disoroti pelaku usaha ritel. Ketua Umum Aprindo, Solihin, menyebut beras premium sebenarnya tersedia, tetapi harga yang ditawarkan pemasok menjadi kendala bagi ritel modern untuk memperoleh barang sesuai HET.

“Kalau misalkan mau beli barang itu premium itu banyak. Banyak sekarang. Kalau misalkan mau beli ini 1.000 ton itu banyak ada sekarang. Tapi harganya enggak ada yang mau jual HET,” ujar Solihin.

Sementara itu, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, menduga ada pihak yang memanfaatkan kondisi pasar untuk menaikkan harga.

Hermawan juga menyebut penarikan sejumlah produk beras fortifikasi akibat ketidaksesuaian label dan kandungan sebagai salah satu faktor yang berkaitan dengan terbatasnya stok di ritel modern.

Di tengah perbedaan penjelasan tersebut, Perum Bulog telah menyalurkan sekitar 60.000 ton beras premium ke pasar di berbagai wilayah Indonesia. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut penyaluran tersebut dilakukan untuk memperluas pasokan beras premium, termasuk ke jaringan ritel.

“Nah sekarang lebih kurang sudah hampir sekitar 60.000 ton kami sudah gelontorkan ke pasar dari Sabang sampai Merauke,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dengan demikian, persoalan beras premium di ritel modern tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga mempertemukan harga pasokan, HET, distribusi, dan penarikan produk dalam satu rantai pasok.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *