Ilustrasi pemeriksaan gigi pada anak. (Foto: Dok. Freepik)

Beranda / Kesehatan / Gigi Sehat Bantu Anak Fokus Belajar

Gigi Sehat Bantu Anak Fokus Belajar

PravadaNews – Rasa sakit akibat gigi berlubang dapat menjadi salah satu gangguan yang membuat anak tidak nyaman mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Persoalan itu perlu mendapat perhatian karena karies masih ditemukan pada lebih dari 40% anak sekolah dan remaja yang mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Menjaga kesehatan gigi sejak dini menjadi salah satu cara mengurangi risiko tersebut. Alodokter menyarankan, anak membiasakan menyikat gigi dua kali sehari dengan pendampingan orang tua, terutama pada usia dini.

Gigi susu yang berlubang juga perlu mendapat penanganan karena kerusakannya dapat memengaruhi kenyamanan anak hingga pertumbuhan gigi permanen.

“Hal-hal tersebut akan berdampak negatif pada kesehatan anak secara umum, serta mengganggu konsentrasi belajar, kenyamanan, serta penampilan anak,” tulis Alodokter dalam laman resminya, dikutip Senin (20/7/2026).

Keluhan yang muncul berulang dapat memengaruhi keseharian anak, mulai dari waktu istirahat hingga kegiatan di sekolah. Kondisi ini membuat kesehatan gigi menjadi salah satu faktor yang menunjang kenyamanan anak selama mengikuti proses belajar.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan gigi, membatasi konsumsi makanan manis, serta melakukan pemeriksaan secara berkala. Langkah itu membantu mendeteksi masalah lebih awal sebelum berkembang menjadi keluhan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Besarnya persoalan kesehatan gigi anak turut terlihat dalam hasil CKG yang dijalankan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hingga 5 Juli 2026, sebanyak 59,6 juta masyarakat telah mengikuti pemeriksaan melalui program tersebut.

Pada kelompok usia sekolah, karies menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan. Persoalan tersebut muncul sejak jenjang sekolah dasar dan tetap menjadi temuan utama pada kelompok SMP hingga SMA.

Temuan ini menunjukkan perlunya perhatian terhadap kesehatan gigi sepanjang usia sekolah. Deteksi dini juga perlu diikuti perawatan agar karies tidak berkembang dan menimbulkan keluhan berkepanjangan.

Hasil pemeriksaan tersebut digunakan pemerintah untuk memetakan persoalan kesehatan berdasarkan kelompok usia dan menentukan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Dengan data ini, intervensi pemerintah menjadi lebih tepat sasaran sehingga sumber daya kesehatan dapat digunakan secara lebih efektif,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kamis (16/7/2026).

Dalam kesehatan gigi anak, pemeriksaan menjadi langkah awal untuk menentukan kebutuhan perawatan lebih lanjut. Dengan demikian, karies yang ditemukan melalui skrining dapat segera ditangani sebelum menimbulkan dampak lebih besar.

Perawatan gigi sejak dini pada akhirnya membantu anak menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Kondisi gigi yang sehat turut menunjang konsentrasi agar proses belajar tidak terganggu oleh rasa sakit.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *