PravadaNews – Harga sejumlah komoditas cabai di pasar kembali mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Lonjakan ini terjadi pada berbagai jenis cabai yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, sehingga berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.
Berdasarkan data terkini dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, dikutip pada Jumat (24/4/2026) pukul pukul 11:15, harga cabai merah besar tercatat mengalami kenaikan sebesar 8,42 persen dan kini berada di kisaran Rp50.200 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah keriting mengalami kenaikan yang lebih tinggi, yakni 10,51 persen, dengan harga mencapai Rp49.950 per kilogram.
Tidak hanya itu, cabai rawit hijau juga menunjukkan tren serupa. Komoditas ini mengalami kenaikan sebesar 8,52 persen dan saat ini dijual dengan harga sekitar Rp53.500 per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit hijau ini cukup dirasakan masyarakat mengingat jenis cabai tersebut banyak digunakan dalam berbagai masakan sehari-hari.
Kenaikan harga cabai diperkirakan dipengaruhi oleh pasokan yang mulai berkurang dari daerah sentra produksi.
Faktor cuaca yang tidak menentu disebut juga menjadi salah satu penyebab terganggunya hasil panen, sehingga stok di tingkat distributor menipis dan berimbas pada harga jual di pasar.
Di sisi lain, tingginya permintaan juga turut mendorong kenaikan harga. Konsumsi cabai yang relatif stabil bahkan cenderung meningkat membuat keseimbangan antara pasokan dan permintaan menjadi terganggu, terutama ketika produksi mengalami penurunan.
Kondisi ini membuat konsumen harus mengatur ulang pengeluaran mereka, terutama bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil seperti warung makan yang sangat bergantung pada ketersediaan cabai.
Beberapa di antaranya bahkan mulai mengurangi penggunaan cabai atau mencari alternatif bahan lain untuk menekan biaya operasional.
Fluktuasi harga cabai merupakan fenomena yang kerap terjadi, terutama saat terjadi gangguan produksi.
Namun demikian, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif, seperti menjaga kelancaran distribusi serta memastikan ketersediaan stok dari berbagai daerah, guna menekan lonjakan harga yang terlalu tinggi.
Dengan kondisi saat ini, masyarakat berharap harga cabai dapat segera stabil agar tidak semakin membebani kebutuhan sehari-hari, mengingat komoditas ini menjadi bagian penting dalam konsumsi pangan di Indonesia.















