PravadaNews – Penjabat Menteri Pertahanan, Brigadir Jenderal Majid Ebn al-Reza menyatakan, teknologi antariksa, keunggulan intelijen, ekonomi pertahanan, dan ketahanan industri merupakan prioritas utama Iran dalam mempersiapkan diri menghadapi peperangan masa depan.
Saat berbicara dalam pertemuan para ilmuwan industri pertahanan pada Sabtu, Ebn al-Reza memaparkan berbagai kebutuhan untuk peperangan masa depan, serta mengidentifikasi teknologi berbasis antariksa, keunggulan intelijen, ekonomi pertahanan, dan ketahanan infrastruktur industri sebagai empat prioritas utama industri pertahanan negara tersebut.
Majid memperingatkan bahwa analisis yang menyatakan musuh telah mencapai jalan buntu secara strategis tidak boleh membuat pihak kita lengah.
“Saat ini, banyak analis mungkin berbicara mengenai kebingungan musuh, jalan buntu strategis, dan menyempitnya pilihan mereka akibat keberhasilan Angkatan Bersenjata kita serta kegagalan mereka dalam mencapai tujuan,” kata Ebn al-Reza Kantor Berita IRNA, dikutip Minggu (2/8/2026).
“Namun, penilaian semacam itu tidak boleh membuat kita terlena atau tidak bertindak. Industri pertahanan Republik Islam Iran harus terus melangkah maju dalam hal kemajuan, inovasi, dan kesiapsiagaan dengan momentum yang lebih besar dari sebelumnya,” tambah Ebn al-Reza.
Ebn al-Reza menggambarkan teknologi berbasis antariksa sebagai faktor penentu bagi pemanduan, navigasi, dan komando di medan perang, serta menyatakan bahwa keunggulan intelijen menjadi landasan bagi keunggulan operasional sebelum terjadinya kontak senjata apa pun.
Brigadir Jenderal Ebn al-Reza menekankan pentingnya ekonomi pertahanan, dengan menyerukan produksi peralatan yang efektif, berbiaya rendah, tangkas, dan dapat diproduksi secara massal melalui upaya lokalisasi teknologi (indigenisasi).
Ebn al-Reza juga menyoroti perlunya memanfaatkan teknologi pertahanan di berbagai sektor seperti transportasi, energi, dan komunikasi untuk mendorong pembangunan nasional.














