PravadaNews – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa koordinasi antara upaya diplomatik dan pertahanan negara akan terus dilakukan demi menjaga kepentingan nasional.
Dalam pertemuan Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran pada Senin (7/9/2026), Araghchi menyoroti kerja sama yang efektif dan berkelanjutan antara Kementerian Luar Negeri dan Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri tersebut.
Melansir dari Kantor Berita IRNA, Menlu Iran itu memberikan informasi terkini kepada para anggota parlemen mengenai perkembangan terbaru, termasuk kesepakatan dengan Oman terkait Selat Hormuz, negosiasi yang sedang berlangsung, serta upaya para mediator.
Araghchi memaparkan syarat-syarat Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, membahas KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) baru-baru ini, serta menyinggung KTT BRICS yang akan datang.
Diplomat senior Iran tersebut juga membahas hubungan dengan negara-negara tetangga, ikatan bilateral, dan proyek-proyek bersama. Selain itu, ia menekankan pentingnya diplomasi ekonomi.
Araghchi memuji ketangguhan luar biasa Angkatan Bersenjata serta kehadiran bijak rakyat Iran di jalanan.
Araghchi juga memberikan penghormatan kepada mereka yang gugur akibat agresi militer AS baru-baru ini, khususnya mereka yang kehilangan nyawa dalam sebuah acara pernikahan di Sirik, serta sejumlah anggota pemberani dari Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).















