PravadaNews – Pengguna media sosial (Medsos) perlu mengenali gejala text neck syndrome saat durasi menatap layar semakin panjang. Kondisi ini muncul karena kebiasaan menunduk ketika memakai ponsel, tablet, atau laptop.
Text neck syndrome merupakan keluhan pada area leher dan bahu akibat tekanan berlebih saat melihat layar. Dilansir dari Alodokter, kondisi ini dapat dialami pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga pengguna aktif media sosial.
“Text neck syndrome menggambarkan berbagai keluhan pada leher dan bahu akibat posisi menunduk saat menatap layar gadget terlalu lama,” terang Alodokter, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Nutrisi yang Terkandung dalam Daging Sapi
Gejala yang sering muncul meliputi nyeri leher, kaku, pegal, dan sulit menggerakkan kepala setelah memakai gawai. Keluhan juga dapat menjalar ke bahu, punggung atas, hingga memicu sakit kepala di bagian belakang.
Risiko keluhan ini meningkat ketika pengguna bermedia sosial dalam posisi duduk yang tidak ergonomis. Kebiasaan jarang beristirahat, kurang peregangan, dan memakai gawai terlalu lama dapat memperberat tekanan pada leher.
Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mengingatkan pentingnya posisi tubuh yang benar saat bekerja di depan layar. Prinsip ini juga relevan bagi pengguna media sosial yang menghabiskan waktu lama dengan posisi tubuh kurang tepat.
“Sering sekali punggung dan leher terasa sakit ketika bekerja di depan komputer. Hal ini dikarenakan posisi badan yang salah,” tulis Kemenkes dari laman resminya.
Pencegahan dapat dilakukan dengan mengangkat layar gawai sejajar mata agar kepala tidak terus menunduk. Pengguna juga perlu memberi jeda setiap 30 sampai 60 menit untuk meregangkan leher, bahu, dan punggung.
Keluhan ringan biasanya membaik ketika kebiasaan buruk diubah, tubuh cukup istirahat, dan aktivitas fisik dilakukan rutin. Namun, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada lengan dan tangan perlu segera diperiksakan ke dokter.
Peringatan Hari Media Sosial Indonesia setiap 10 Juni dapat menjadi pengingat untuk memakai platform digital secara lebih bijak. Selain memilah informasi dan konten, pengguna juga perlu menjaga durasi serta postur tubuh saat bermedia sosial.













