PravadaNews – Makanan instan menjadi pilihan praktis di tengah aktivitas masyarakat yang semakin padat. Sosis siap makan, mi instan, keripik kemasan, dan minuman manis menjadi beberapa contohnya.
Berbagai produk tersebut termasuk dalam kelompok Ultra-Processed Foods atau UPF. Makanan ultra-proses kini menjadi perhatian karena dikaitkan dengan sejumlah risiko kesehatan.
Sistem klasifikasi makanan NOVA membedakan UPF dari makanan yang hanya dimasak atau dikeringkan. UPF melewati berbagai proses industri dan menggunakan bahan tambahan yang jarang ditemukan dalam masakan rumahan.
Produk UPF umumnya mengandung pewarna dan perisa buatan. Produk tersebut juga dapat menggunakan pemanis buatan, sirup jagung tinggi fruktosa, pengemulsi, dan pengawet.
Daftar komposisi yang panjang dapat menjadi salah satu tanda sebuah produk tergolong UPF. Konsumen perlu memperhatikan kandungan bahan sebelum membeli makanan kemasan.
UPF juga dirancang dengan perpaduan lemak, gula, dan garam yang membuat rasanya sangat kuat. Kombinasi tersebut dikenal sebagai hyper-palatability dan dapat mendorong konsumsi berlebihan.
Konsumsi UPF dalam jumlah tinggi dapat berkaitan dengan masalah metabolisme. Kandungan kalori yang tinggi serta rendahnya serat dan nutrisi menjadi salah satu perhatian utama.
Kebiasaan mengonsumsi makanan ultra-proses juga dikaitkan dengan obesitas dan diabetes melitus tipe 2. Kondisi tersebut berkaitan dengan pola konsumsi makanan yang dapat meningkatkan asupan kalori dan gula.
Kandungan natrium dan lemak tertentu dalam UPF juga menjadi perhatian terhadap kesehatan jantung. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan pembuluh darah.
UPF turut dikaitkan dengan gangguan kesehatan pencernaan. Bahan tambahan seperti pengemulsi dan pemanis buatan disebut dapat memengaruhi lapisan usus serta keseimbangan mikrobioma.
Sejumlah studi global juga menemukan hubungan antara konsumsi UPF yang tinggi dan peningkatan risiko kanker. Salah satu jenis kanker yang disebut berkaitan dengan konsumsi tersebut adalah kanker kolorektal.
Masyarakat dapat mulai membatasi konsumsi UPF dengan membaca label komposisi. Konsumen juga dapat mengurangi produk yang menempatkan gula, garam, atau minyak terhidrogenasi pada urutan awal.
Pilihan makanan utuh dapat menjadi alternatif untuk mengurangi konsumsi makanan ultra-proses. Buah, sayuran, telur, ikan, dan daging segar termasuk makanan yang dapat diprioritaskan, sementara memasak sendiri membantu mengendalikan penggunaan garam dan minyak.














