PravadaNews – Madura United mendapat tantangan baru untuk membuktikan konsistensinya di tengah persaingan sepak bola nasional.
Laskar Sape Kerrab membidik hasil maksimal pada League Cup 2026/27 setelah tergabung di Grup I Zona Timur 1 bersama Persijap Jepara dan Persela Lamongan.
Fase grup yang dijadwalkan mulai bergulir pada 3 November 2026 itu menjadi kesempatan bagi Madura United untuk kembali menunjukkan kekuatannya.
Salah satu lawan, Persijap Jepara, sudah mereka kenal setelah kedua tim bertemu pada pekan pertama BRI Super League 2026/27.
Kala itu, Madura United mengamankan kemenangan 2-0 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan melalui dua gol Dimitar Mitkov.
Meski memiliki catatan positif atas Persijap, Madura United tak ingin terlena.
Manajer Madura United, Umar Wachdin meminta skuadnya tetap waspada karena setiap tim di grup memiliki kualitas dan ambisi untuk bersaing memperebutkan hasil terbaik.
“Hasil drawing ini kami sambut dengan optimisme tinggi sekaligus kewaspadaan penuh. Bersaing di Grup I Zona Timur League Cup 2026/27 tentu bukan perkara mudah karena seluruh tim memiliki kualitas dan ambisi yang setara,” kata Umar dikutip dari I.League, Kamis (8/10/2026).
Umar menilai pembagian grup memberi keuntungan dari segi perjalanan. Jarak tempuh yang lebih efisien dapat membantu menjaga kondisi pemain.
Kondisi tersebut penting karena Madura United masih menjalani agenda BRI Super League 2026/27.
Jadwal kompetisi yang padat membuat kebugaran pemain jadi prioritas.
Meski begitu, faktor perjalanan bukan satu-satunya pertimbangan.
Menurut Umar, karakter permainan setiap tim bakal membuat persaingan grup berlangsung ketat.
Umar pun sudah berkoordinasi dengan jajaran pelatih yang dipimpin Jose Gomes.
Mereka mulai mematangkan persiapan skuad dan kebutuhan tim untuk menghadapi League Cup.
“Target kami jelas. Tampil maksimal di setiap laga, menjaga gengsi Madura, dan melangkah sejauh mungkin,” ujar Umar.















