PravadaNews – Kebutuhan vitamin A siswa belum terjawab melalui standar porsi Makan Bergizi Gratis yang memenuhi 20–35 persen Angka Kecukupan Gizi. Hasil uji klinis sirup minyak sawit merah memang meningkatkan kadar retinol atau vitamin A, tetapi intervensi tersebut belum dapat langsung menyasar anak usia sekolah.
Penerima Grand Riset Sawit Ratu Ayu Dewi Sartika menjadikan hasil uji sirup minyak sawit merah pada ibu hamil sebagai acuan penelitian lanjutan. Uji klinis tersebut menunjukkan peningkatan kadar retinol, tetapi hasilnya belum dapat langsung diterapkan kepada siswa.
“Kalau di anak SD yang lebih dari lima tahun, bisa dibayangkan, lebih dari lima tahun tidak dapat apa-apa,” terang Ratu Ayu saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Adapun, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu merencanakan penelitian untuk mengukur kebutuhan vitamin A anak sekolah. Pengujian mencakup manfaat, dosis, keamanan, serta perbedaan kebutuhan suplemen dengan pemenuhan melalui makanan.
Selanjutnya, penelitian diperlukan sebelum intervensi baru dimasukkan ke dalam kebijakan pemerintah atau menu MBG siswa.
“Supaya jangan sampai nanti sudah dikasih oleh pemerintah, kemudian mubazir atau toksik atau lain-lain, itu perlu penelitian,” jelas Ratu Ayu.
Sementara itu, Direktur Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital Nunik Purwanti menempatkan pemenuhan gizi sebagai fondasi Generasi Emas Indonesia. Program MBG diarahkan mendukung kesehatan, konsentrasi belajar, produktivitas, serta perkembangan sumber daya manusia.
“Anak yang memperoleh gizi yang baik akan tumbuh lebih sehat, lebih kuat, lebih mudah berkonsentrasi saat belajar, dan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang menjadi sumber daya manusia yang unggul,” tegas Nunik, dikutip Minggu (19/7).
Seperti diketahui, kapsul vitamin A pemerintah hanya menyasar bayi usia 6–11 bulan dan balita 12–59 bulan, sedangkan standar MBG siswa belum merinci kandungan kebutuhan vitamin A bagi siswa. Kondisi tersebut membuat sirup minyak sawit merah belum dapat direkomendasikan bagi anak sekolah karena manfaat dan keamanannya baru diuji pada ibu hamil.















