Ilustrasi pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). (Foto: Dok. Diskominfo Depok)

Beranda / Daerah / Pemkot Depok Terapkan PJJ Dua Hari

Pemkot Depok Terapkan PJJ Dua Hari

PravadaNews – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan pada 7–8 September 2026. Kebijakan ini diberlakukan menyusul paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak ke wilayah Depok, Jawa Barat.

Wali Kota Depok, Supian Suri, mengatakan kebijakan itu berlaku dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Raudhatul Athfal (RA), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Ibtidaiyah (MI), hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs). 

“Kepada seluruh warga depok khususnya buat satuan pendidikan, para orang tua murid dan buat anak-anakku dari mulai TK, PAUD, RA SD, SMP atau Madrasah dan Tsanawiyah untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh atau via online,” ujar Supian dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2026) malam.

Adapun pelaksanaan PJJ hari selanjutnya akan dilakukan evaluasi untuk menentukan keberlanjutan pembelajaran tatap muka atau daring.

Ketentuan tersebut juga tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3.1/6087/Sekret/2026 yang ditujukan kepada kepala satuan pendidikan di kota Depok. 

Edaran ini diterbitkan sebagai langkah menjaga keselamatan sekaligus memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan selama kondisi abu vulkanik berlangsung.

“Kita berharap anak-anaknya tetap sehat dan tetap belajar dengan pendampingan dari orang tua,” jelas Supian.

Sementara itu, untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK), kewenangan kebijakan berada pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Salah satu murid SMK di kota Depok, Refah (19), menyebut sekolahnya melaksanakan kegiatan PJJ selama satu hari berdasarkan arahan cabang dinas pendidikan Wilayah II provinsi Jawa Barat.

Kegiatan belajar, jelasnya, tetap berlangsung melalui pemberian tugas secara daring oleh para guru.

“Tadi sih dikasih tugas Bahasa Inggris dan diminta dikerjain di gform, terus buat mata pelajaran Matematika disuruh buat ngerangkum,” ucap refah saat berbincang dengan PravadaNews, Senin (7/9).

Dalam surat pemberitahuan sekolahnya, pelaksanaan pembelajaran pada hari berikutnya akan menyesuaikan perkembangan situasi serta arahan lebih lanjut dari pihak berwenang. Apabila terdapat perubahan kebijakan, informasi akan disampaikan melalui wali kelas maupun kanal resmi sekolah.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *