Peternakan ayam petelur di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Gunung Sindur. (Foto: PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Peternak Keluhkan Harga Telur yang Masih Rendah

Peternak Keluhkan Harga Telur yang Masih Rendah

PravadaNews – Peternak telur ayam di Pengasinan, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menghadapi tekanan usaha akibat penurunan harga jual telur di tengah kenaikan harga pakan. Kondisi tersebut membuat keuntungan peternak semakin tipis, bahkan nyaris impas.

Salah seorang peternak telur, Kiki, mengatakan harga telur yang dikirimnya ke warung saat ini berada di level Rp22.500 per kilogram. Harga tersebut turun dibandingkan sebelumnya yang masih mencapai Rp23.800 per kilogram.

“Turun mas drastis, sekarang ke warung saya kirim 22.500,” kata Kiki saat diwawancarai pada Sabtu (10/10/2026).

Menurut Kiki, penurunan harga telur tersebut sudah berlangsung sekitar dua pekan terakhir. Sementara itu, harga sebelumnya masih bertahan di atas Rp23.000 per kilogram.

Di sisi lain, peternak juga menghadapi kenaikan biaya pakan ayam. Kiki menyebut harga pakan sempat mengalami kenaikan sebesar Rp390 per karung, yang berlangsung sejak awal Agustus hingga mendekati akhir September 2026.

Kondisi tersebut membuat keuntungan dari penjualan telur semakin terbatas. Kiki mengaku masih memperoleh pendapatan dari usahanya, tetapi selisihnya dengan biaya yang dikeluarkan semakin tipis.

“Ya tipis banget mas, masih dapat tapi tipis hampir seri,” ujar Kiki.

Tekanan usaha itu juga terjadi ketika penjualan telur mengalami perlambatan. Kiki mengatakan telur hasil produksi dari kandangnya belum seluruhnya terserap pembeli, sehingga sebagian masih tersisa hingga dua hari.

Padahal, kandang milik Kiki mampu menghasilkan telur rata-rata sekitar 60 kilogram per hari. Produksi tersebut seluruhnya berasal dari kandangnya sendiri.

Kiki menuturkan, perlambatan penjualan membuat pembeli meminta harga yang lebih rendah. Akibatnya, telur yang dihasilkan tidak langsung habis terjual dan sebagian masih menumpuk.

“Ini aja masih numpuk mas telur karena harga murah jadi permintaannya turun,” kata Kiki saat ditanya mengenai penurunan penjualan dalam beberapa pekan terakhir.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *