PravadaNews – Hubungan diplomatik tidak sekadar menjadi jembatan komunikasi antarnegara, tetapi juga fondasi penting untuk membangun kepercayaan, memperluas kerja sama, dan menciptakan peluang yang saling menguntungkan.
Di tengah dinamika hubungan internasional, Indonesia terus membuka ruang bagi negara-negara sahabat untuk mempererat persahabatan dan memperkuat kemitraan strategis.
Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat menyambut kedatangan sebelas Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Designate Resident dari negara-negara sahabat yang akan menjalankan tugas diplomatik di Indonesia.
Dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan keterbukaan Indonesia untuk membangun hubungan yang lebih erat dan kerja sama yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak.
“Selamat datang di Indonesia. Pemerintah Indonesia terbuka dan siap memperkuat persahabatan, membangun kemitraan, serta mengembangkan berbagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara-negara sahabat,” kata Presiden Prabowo dikutip dari laman presidenri.go.id, Sabtu (7/11/2026).
Sebelas duta besar yang menyerahkan surat kepercayaan tersebut berasal dari Austria, Bangladesh, Belgia, Norwegia, dan Jepang.
Selanjutnya Swiss, Malaysia, Finlandia, Takhta Suci Vatikan, Suriname, dan Uni Eropa.
Penyerahan surat kepercayaan tersebut menandai dimulainya secara resmi masa tugas para duta besar di Indonesia.
Setelah prosesi tersebut, Presiden Prabowo menggelar pertemuan dan ramah tamah bersama para diplomat.
Dalam acara ramah tamah, para tamu disuguhi pertunjukan Tari Zapin Lenggang Kipas dari Jambi serta alunan musik Sasando dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pertunjukan seni tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada para perwakilan negara sahabat.
Presiden Prabowo juga mengajak seluruh perwakilan negara sahabat untuk bersama-sama membangun kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua belah pihak.
“Mari bersama-sama memperkuat persahabatan dan membangun kerja sama demi kemajuan bersama,” ujar Prabowo.
Sementara itu, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Austria untuk Indonesia, Alexander Rieger menyampaikan optimismenya terhadap prospek hubungan bilateral Indonesia dan Austria.
Alexander menyoroti pelaksanaan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebagai salah satu peluang untuk memperluas hubungan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa.
IEU-CEPA merupakan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa yang melibatkan 27 negara anggota Uni Eropa.
Alexander berharap implementasi perjanjian tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi.
Selain sektor ekonomi, Alexander juga berharap kerja sama tersebut dapat mempererat hubungan kebudayaan serta hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Austria.
“Kami optimistis hal ini akan memberikan dorongan kuat untuk makin mendekatkan negara-negara kami di sektor bisnis,” kata Alexander.














