PravadaNews – Pergantian Menteri Keuangan membawa pertanyaan mengenai keberlanjutan kebijakan fiskal setelah Purbaya Yudhi Sadewa meninggalkan kursi kementerian tersebut.
Setelah serah terima jabatan, Purbaya mengaku telah memperhitungkan peluang pergantian sekitar 50-50 sebelum menerima pemberitahuan pada Senin (14/9/2026).
Meski masa jabatannya berakhir, Purbaya menyatakan keputusan pergantian merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto sehingga kebijakan ini harus diterima.
Purbaya juga membantah adanya gesekan dengan jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan menyebut pembicaraan terakhir bersama Presiden membahas persoalan lain.
“Enggak, enggak ada. Gesekan sih enggak ada, yang jelas ya itu hak prerogatif Presiden yang beliau sudah memutuskan, udah, setahun kan sudah cukup,” ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9).
Selama sekitar setahun memimpin Kementerian Keuangan, Purbaya menilai salah satu catatan pemerintahannya terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang kembali berada di atas 5%.
Menteri Keuangan periode 2025–2026 itu juga meninggalkan sejumlah kebijakan yang masih berjalan, sementara keberlanjutan dan perubahan kebijakan tersebut kini berada di tangan Menteri Keuangan baru.
Bahkan beberapa hari sebelum pergantian, dirinya masih menyepakati Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Keuangan 2027 bersama Komisi XI DPR untuk menjaga kesehatan fiskal dan efektivitas APBN.
Namun, setelah masa tugasnya berakhir, Purbaya memastikan tidak berminat kembali menjadi menteri.
“Enggak lah. Baru dipecat masa jadi menteri lagi, mana ada,” kata Purbaya ketika ditanya kemungkinan kembali menduduki jabatan menteri.
Lebih lanjut, Purbaya memilih kembali menjalani kehidupan di luar pemerintahan, termasuk menghabiskan waktu memancing di kolam belakang rumah setelah setahun mengurus keuangan negara.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama memastikan pergantian kepemimpinan di Kemenkeu tidak berkaitan dengan isu konflik internal yang berkembang.
“Kata siapa? Lu ngarang-ngarang aja,” ujar Djaka dalam kesempatan yang sama.
Setelah pergantian Menteri Keuangan, Djaka berharap Kemenkeu tetap mampu menjaga pengelolaan APBN dengan baik serta memastikan pelaksanaan kebijakan fiskal berjalan sesuai arah pemerintah.















