PravadaNews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan perusahaan asal Rusia, Rusal, berencana membangun fasilitas hilirisasi bauksit menjadi alumina di Kalimantan.
Bahlil mengatakan rencana investasi tersebut merupakan kerja sama antara Indonesia dan Rusia di sektor pertambangan dan hilirisasi mineral.
“Oh iya, itu dengan Rusal. Dengan Rusal ya. Mereka akan membangun hilirisasi dari bauksit untuk menjadi alumina dan itu di daerah Kalimantan,” ujar Bahlil kepada wartawan di Kantor ESDM, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Menurut Bahlil, proses perizinan untuk proyek hilirisasi tersebut saat ini sudah hampir mencapai tahap final.
Lalu, dalam menjalankan proyek tersebut, Rusal juga akan berkolaborasi dengan pengusaha dalam negeri. Namun, Bahlil belum menjelaskan lebih lanjut perusahaan lokal yang akan menjadi mitra Rusal.
Begitupula dengan nilai investasi yang akan digelontorkan Rusal untuk pembangunan fasilitas hilirisasi bauksit tersebut. Bahlil masih enggan membeberkan nilai tersebut.
Menurut Bahlil, nilai investasi baru akan dapat diketahui setelah perusahaan menyelesaikan studi kelayakan atau feasibility study (FS) proyek tersebut.
“Nanti, FS-nya diselesaikan dulu ya,” kata Bahlil.
Adapun proyek tersebut akan mengolah bauksit menjadi alumina sebagai bagian dari pengembangan industri hilir mineral di Indonesia. Pemerintah selama ini mendorong pengolahan komoditas tambang di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah sebelum produk dipasarkan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan raksasa aluminium asal Rusia, United Company Rusal (Rusal), berminat menanamkan investasi besar-besaran di Indonesia. Nantinya, investasi tersebut akan diarahkan untuk membangun fasilitas pengolahan atau smelter aluminium.
Selain itu, nantinya juga akan perusahaan di dalam negeri yang akan terlibat dalam pengelolaannya.
Adapun rencana investasi Rusal merupakan bagian dari kerja sama Indonesia dan Rusia, khususnya dalam sektor pengolahan sumber daya mineral dan pertambangan.
“Jadi, proyek-proyek ini berjalan sangat baik, terus maju pesat, dan kami juga terus maju pesat di bidang pengolahan, misalnya pertambangan, seperti kerja sama kami dengan entitas aluminium besar—saya kira yang terbesar di dunia—yaitu Rusal,” kata Prabowo dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).















