Jajaran Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur terus berkomitmen untuk menggalakkan program budaya pilah sampah bagi aparatur sipil negara (ASN). Program ini baru berjalan sebulan lalu.

Beranda / Daerah / Sampah Anorganik ASN Duren Sawit Dijual Begini Mekanisme dan Hasilnya

Sampah Anorganik ASN Duren Sawit Dijual Begini Mekanisme dan Hasilnya

PravadaNews – Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, menjual sampah anorganik yang dikumpulkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahannya kepada pihak ketiga untuk didaur ulang. Hasil penjualan sampah tersebut nantinya dikirimkan ke rekening penanggung jawab atau Person in Charge (PIC) masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Wakil Camat Duren Sawit, Andri Priwitama Maila mengatakan, pengumpulan sampah anorganik dilakukan secara rutin. Sampah yang telah dipilah dari masing-masing instansi akan ditimbang setiap dua pekan sekali sebelum dijual kepada PT Morego di Pusat Daur Ulang Plastik (PDUP) Ciracas.

“Untuk hasil penjualan sampah anorganik tersebut akan dikirimkan melalui masing-masing rekening Person in Charge (PIC) atau penanggung jawab di setiap OPD,” ujar Andri, dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Andri menjelaskan, program budaya pilah sampah bagi ASN tersebut telah berjalan sekitar satu bulan. Saat ini, sebanyak 34 OPD, termasuk kelurahan dan unit teknis di Kecamatan Duren Sawit, telah melaksanakan program tersebut.

Adapun jenis sampah yang dikumpulkan meliputi kardus, potongan kertas, botol dan gelas air mineral, galon plastik, serta berbagai sampah anorganik lainnya yang masih memiliki nilai ekonomis dan dapat didaur ulang.

Sampah yang telah dipilah kemudian dikumpulkan dan disimpan di halaman kantor masing-masing instansi sambil menunggu jadwal penimbangan setiap dua pekan sekali.

Dalam program tersebut, setiap ASN ditargetkan mengumpulkan minimal 50 kilogram sampah anorganik dalam kurun waktu dua pekan. Sementara itu, setiap kelurahan memiliki target pengumpulan minimal 550 kilogram dalam periode yang sama.

“Target disesuaikan dengan potensi sampah yang dapat dihimpun kelurahan, tidak hanya dari internal kantor, tetapi juga melalui kegiatan masyarakat di lingkungan masing-masing. Termasuk sampah anorganik dari kantin-kantin sekolah yang turut dikelola pihak kelurahan,” jelas Andri.

Menurut Andri, sampah yang dikumpulkan berasal dari berbagai kegiatan, mulai dari aktivitas perkantoran, kerja bakti, kantin di masing-masing OPD, hingga kegiatan di gelanggang olahraga (GOR).

Program tersebut awalnya hanya melibatkan jajaran kelurahan. Namun, pelaksanaannya kemudian diperluas melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan sejumlah unit teknis, seperti Satuan Pelaksana Sumber Daya Air, Bina Marga, serta jajaran pendidikan.

Andri berharap, program pemilahan sampah tersebut dapat terus berkelanjutan sehingga membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

“Kita harap program ini terus berkelanjutan untuk membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang,” ucap Andri.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *