Ilustrasi kursi bioskop. (Foto: Dok. Cinema XXI)

Beranda / Infotaiment / Serba-Serbi Kursi Bioskop

Serba-Serbi Kursi Bioskop

PravadaNews – Hilangnya baris I dan O pada sebagian peta kursi bioskop kerap menimbulkan pertanyaan ketika penonton memilih tempat duduk.

Perlu diketahui, kedua huruf tersebut sengaja dilewati karena bentuknya mudah tertukar dengan angka ketika tercetak pada tiket maupun peta kursi.

Vista Entertainment Solutions menjelaskan, penamaan baris dapat dimulai dari bagian terdekat layar ataupun dari belakang sesuai dengan pengaturan setiap auditorium.

“Huruf I terkadang tertukar dengan huruf L atau angka 1 sehingga sejumlah bioskop melewatinya untuk mengurangi kebingungan penonton,” jelas Vista dalam laman resminya, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Pertimbangan serupa berlaku pada huruf O karena bentuk kapitalnya menyerupai angka nol, terutama ketika dibaca dalam kondisi studio yang redup.

Meski demikian, penghilangan huruf I dan O bukan ketentuan wajib sehingga susunan baris dapat berbeda pada setiap bioskop dan auditorium.

Lebih lanjut, penonton biasanya juga mempertimbangkan posisi serta jenis kursi yang tersedia sebelum menyelesaikan pemesanan tiket.

Di Indonesia, CGV menyediakan sejumlah jenis kursi khusus, antara lain SweetBox dan Satin Suite, dengan bentuk serta fasilitas berbeda dari kursi reguler.

SweetBox ditempatkan di barisan paling atas pada sejumlah auditorium sehingga pilihan kursi belakang tidak selalu hanya berkaitan dengan jarak dari layar.

Namun, fasilitas tambahan tidak serta-merta menjadikan barisan belakang sebagai posisi terbaik karena kenyamanan juga dipengaruhi jarak dan arah pandangan.

Pertimbangan tersebut dijelaskan Rolv Gjestland melalui buku panduan perancangan auditorium yang diterbitkan International Union of Cinemas (UNIC).

“Tujuan utama auditorium bioskop adalah memberikan pengalaman film terbaik kepada penonton,” tulis Gjestland, dalam kutipan yang diterjemahkan redaksi ke bahasa Indonesia.

Pada auditorium berukuran kecil, posisi tengah digunakan sebagai salah satu acuan untuk menentukan ukuran layar dan menjaga kenyamanan pandangan penonton.

Sementara itu, auditorium yang lebih besar menggunakan jarak menuju baris terakhir sebagai acuan ukuran layar, sedangkan posisi terlalu depan atau menyamping dapat membuat leher dan mata lebih cepat lelah.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *