Polres Boyolali membongkar sindikat penipuan proyek pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) fiktif

Beranda / Hukum / Polisi Bongkar Sindikat Penipuan Proyek KDKMP

Polisi Bongkar Sindikat Penipuan Proyek KDKMP

PravadaNews – Polres Boyolali membongkar sindikat penipuan proyek pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) fiktif yang diduga memanfaatkan momentum peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Kasus ini terungkap hanya beberapa hari setelah Prabowo Subianto meresmikan kedua program tersebut.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan lima orang tersangka yang memiliki peran berbeda-beda dalam menjalankan aksi penipuan.

Para pelaku diduga menipu korban dengan modus menawarkan titik proyek pembangunan KDKMP. Untuk meyakinkan korban, para tersangka bahkan mencatut nama perusahaan BUMN dan menjanjikan akses proyek strategis pemerintah.

Kasat Reskrim Polres Boyolali, Indra Wira Saputra menjelaskan, dua tersangka berinisial WW dan APP bertugas mencari calon korban yang berminat mendapatkan proyek pembangunan KDKMP.

“WW dan APP ini bertugas mencari korban. Dalam menjalankan aksinya, keduanya dipantau oleh tersangka perempuan berinisial JA,” ujar Indra dikutip Rabu (20/5/2026).

Setelah korban berhasil didapatkan, tersangka RAJ berperan sebagai penghubung dengan HW alias Prabu yang disebut sebagai otak dari sindikat penipuan tersebut.

“RAJ ini adalah penyambung lidah dari Saudara Prabu kepada saudari JA. Jadi saudara WW dan APP ini tidak berhubungan langsung dengan RAJ dan HW,” lanjut Indra.

Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya korban lain serta aliran dana yang diperoleh para tersangka dari praktik penipuan tersebut. Selain itu, penyidik juga menelusuri dugaan penggunaan identitas dan nama perusahaan BUMN secara ilegal untuk memperkuat modus para pelaku.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5).

Peresmian ribuan koperasi tersebut disebut sebagai tonggak bersejarah dalam upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan membangun sistem distribusi pangan serta kebutuhan masyarakat berbasis desa dan kelurahan.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan KDMP/KKMP tidak hanya dibangun sebagai koperasi biasa, melainkan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang modern, mulai dari gedung operasional, gudang penyimpanan, sistem distribusi, ketersediaan barang, hingga dukungan unsur transportasi dan logistik.

Pemerintah menilai keberadaan koperasi ini akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah, memperkuat rantai pasok nasional, sekaligus membuka akses usaha dan perdagangan yang lebih luas bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia.

Prabowo kemudian menjelaskan alasan dari angka 1.061 koperasi yang diresmikan hari ini. Prabowo mengatakan mulanya ada 1.300 KDMP/KKMP yang hendak diresmikan, namun karena beberapa yang terburu-buru, maka ia mengusulkan 1.000 saja cukup.

Kemudian Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota mengusulkan 1.061 karena seluruh digit bila dijumlahkan akan menghasilkan angka kesukaan Prabowo, yaitu 8.

“Tapi itu hanya semacam untuk kita semangat saja intinya adalah bahwa kita mendirikan mulai dari konsep sampai terwujud kurang dari satu tahun,” kata Prabowo.

Prabowo merincikan pembangunan fisik dimulai pada bulan November dan di bulan Mei sudah rampung, atau hanya membutuhkan tujuh bulan saja.

Prabowo melanjutkan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melaporkan bahwa secara fisik, ada lebih dari 9.000 KDMP/KKMP yang sudah siap berdiri.

“Saya kira ini prestasi bagi bangsa Indonesia,” tutur Prabowo.

Prabowo melanjutkan dengan menyebut pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa. Menurut Prabowo, efisiensi dari impor tidak menjamin kelangsungan bangsa.

“Survival bangsa bukan sekedar lebih murah di mana lebih murah, tapi ada atau tidak. Dan akhirnya sejarah, takdir, dan kenyataan membuktikan bahwa karena kita sudah lebih dulu aman soal pangan, krisis apapun di luar negara kita, kita relatif, relatif lebih aman, lebih siap menghadapi cobaan,” jelas Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo membidik minimal 20.000 KDMP/KKMP dapat berdiri pada bulan Agustus nanti.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *