Ilustrasi stok beras. (Foto; PravadaNews/IA)

Beranda / Ekonomi / Harga Beras Premium Melonjak

Harga Beras Premium Melonjak

PravadaNews – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras pada Mei 2026 masih menunjukkan tren kenaikan di berbagai mata rantai perdagangan, mulai dari tingkat penggilingan, grosir, hingga eceran.

Kenaikan tersebut terjadi pada hampir seluruh jenis beras, baik premium maupun medium, seiring dengan dinamika pasokan dan permintaan di pasar domestik.

Dari seluruh tingkatan perdagangan, lonjakan paling signifikan tercatat pada beras premium di tingkat penggilingan yang mengalami kenaikan dua digit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Kondisi ini menjadi perhatian karena beras merupakan komoditas pangan utama yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat dan laju inflasi nasional.

Meski berbagai upaya stabilisasi harga terus dilakukan pemerintah, pergerakan harga beras yang masih bertahan di level tinggi menunjukkan tantangan dalam menjaga keseimbangan pasokan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan, rata-rata harga beras di penggilingan pada Mei 2026 mengalami kenaikan baik secara bulanan maupun tahunan.

“Untuk rata-rata harga beras di penggilingan pada Mei 2026 ini, secara total naik 0,58% secara month-to-month dan naik sebesar 8,10% secara year-on-year,” kata Pudji dalam keterangan tertulis Berita Resmi Statistik BPS, Selasa (2/6/2026).

Data menunjukkan, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan mencapai Rp13.765 per kilogram pada Mei 2026 atau naik 0,58% dibandingkan bulan sebelumnya di level Rp13.685 per kilogram. Secara tahunan, harga beras di tingkat penggilingan juga meningkat 8,10%.

Jika dirinci berdasarkan kualitas, kenaikan harga terjadi pada beras premium maupun medium, baik secara bulanan maupun tahunan.

“Kalau kita pilah menurut kualitas beras di penggilingan, maka beras premium naik 0,56% secara month-to-month dan naik 12,81% secara year-on-year. Sementara untuk beras medium naik 0,79% secara month-to-month atau naik 6,57% secara year-on-year,” ujar Pudji.

Kenaikan harga juga terjadi di tingkat grosir. Rata-rata harga beras grosir pada Mei 2026 tercatat sebesar Rp14.574 per kilogram, naik 0,68% secara bulanan dibandingkan April 2026 sebesar Rp14.476 per kilogram.

Sementara itu, secara tahunan harga beras grosir juga meningkat 6,11%. Selanjutnya di tingkat eceran, rata-rata harga beras pada Mei 2026 mencapai Rp15.358 per kilogram. Angka tersebut meningkat 0,38% dibandingkan bulan sebelumnya Rp15.300 per kilogram dan naik 4,55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun secara tren, harga beras di ketiga level perdagangan menunjukkan kecenderungan meningkat sejak 2022.

Pudji menjelaskan, data harga beras yang disampaikan BPS merupakan rata-rata nasional yang mencakup seluruh kualitas beras dan seluruh wilayah Indonesia.

“Sebagai informasi, harga beras yang kami sampaikan ini merupakan rata-rata harga beras yang mencakup semua jenis kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Harga beras kualitas medium pada periode terkini tercatat tidak mengalami kenaikan dan masih bertahan pada level yang sama dibandingkan periode sebelumnya. Stabilitas harga ini menunjukkan pasokan beras medium di pasar relatif terjaga di tengah dinamika harga sejumlah komoditas pangan lainnya.

Berdasarkan data yang tersedia dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia pada Selasa (2/6/2026), pukul 15:23, harga Beras Kualitas Medium I tercatat tetap sebesar Rp16.150 per kilogram (Kg). Sementara itu, harga Beras Kualitas Medium II juga tidak mengalami perubahan dan bertahan di level Rp16.000 per Kg.

Kondisi tersebut berbeda dengan beberapa kategori beras lainnya yang masih mencatatkan kenaikan harga di sejumlah tingkatan perdagangan. Meski demikian, harga beras medium yang stabil diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat, mengingat jenis beras ini menjadi salah satu pilihan utama bagi sebagian besar rumah tangga di Indonesia.

Meski saat ini harga beras medium relatif stabil, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait tetap perlu mewaspadai berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi harga di masa mendatang, seperti kondisi cuaca, produksi dalam negeri, serta perkembangan pasokan dan permintaan di pasar. Dengan demikian, stabilitas harga beras dapat terus terjaga dan tidak membebani masyarakat sebagai konsumen utama.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *