PravadaNews – Tak sedikit orang yang gemar bernyanyi. Selain menyenangkan, ternyata ada banyak manfaat bernyanyi bagi kesehatan mental. Jika Anda penasaran dan ingin tahu lebih lanjut mengenai hal ini, mari simak ulasan berikut.
Tanpa disadari, bernyanyi adalah aktivitas yang kompleks. Hal ini karena bernyanyi melibatkan berbagai area di otak, terutama bagian otak yang berperan dalam fungsi berbahasa, vokal, dan emosional.
“Tidak hanya itu, bernyanyi juga melibatkan teknik pernapasan hingga irama jantung,” tulis Alodokter, dikutip Rabu (5/8/2026).
Saat sedang sedih, Anda mungkin cenderung ingin menyanyikan lagu bernada sendu dengan lirik yang menyuarakan isi hati.
Begitu pun saat gembira, bernyanyi lagu bernada riang dirasa cocok dengan suasana ceria. Faktanya, bernyanyi memang berhubungan dengan kondisi psikologis dan kesehatan mental.
Manfaat Bernyanyi bagi Kesehatan Mental
Berikut adalah beberapa manfaat bernyanyi bagi kesehatan mental:
- Melawan stres
Salah satu manfaat bernyanyi bagi kesehatan mental adalah dapat mengurangi stres. Hal ini terbukti melalui sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa kadar hormon kortisol atau hormon stres dalam tubuh seseorang dapat menurun setelah bernyanyi.
Selain itu, seseorang cenderung merasa lebih santai, senang, nyaman, lega, dan suasana hati membaik setelah bernyanyi. Kondisi ini juga berlaku bagi mereka yang dalam kesehariannya tidak begitu suka menyanyi.
- Menyingkirkan mood negatif
Bernyanyi bersama-sama, seperti dalam kelompok paduan suara atau bernyanyi bersama teman-teman, diketahui dapat meredam dan mengatasi mood negatif, seperti kecemasan dan rasa sedih.
Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa orang yang bergabung dengan grup vokal atau paduan suara mengalami perbaikan kesehatan mental dan dapat tercegah dari gangguan mental, seperti depresi dan gangguan cemas.
- Mengurangi gejala baby blues
Kegiatan bernyanyi dapat membantu ibu yang baru melahirkan untuk mencurahkan perasaan dan emosi serta mengekspresikan dirinya. Bernyanyi bersama-sama dalam sebuah grup atau komunitas bahkan dapat mengurangi gejala baby blues.
- Mencegah demensia
Bernyanyi melibatkan berbagai fungsi otak dan organ lain, seperti telinga dan pita suara. Hal ini ternyata berdampak positif pada orang yang sedang dalam pengobatan demensia.
Kegiatan bernyanyi dan memainkan alat musik ternyata dapat merangsang jaringan saraf otak untuk bekerja lebih aktif. Saat bernyanyi, otak akan menggali memori untuk melafalkan lirik dari lagu-lagu yang pernah didengar.
Bagi penderita demensia, kesadaran bahwa mereka mampu mengingat dapat memberi harapan dan perasaan positif.















