PravadaNews – Liburan ke Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai kembali berjalan setelah gempa M7,7. Namun, belum semua destinasi dapat dikunjungi seperti biasa.
Lebih dari 2.000 wisatawan tercatat mengunjungi Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo pada Senin, (17/8/2026) lalu. Kunjungan berlangsung ketika aktivitas wisata di sejumlah kawasan mulai pulih.
Dilansir dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Pelabuhan Marina Labuan Bajo dan pelayaran menuju Taman Nasional Komodo telah kembali beroperasi. Pulau Padar, Komodo, Rinca dan Gili Lawa juga kembali menerima wisatawan.
Namun, Wae Rebo, Ruteng Pu’u dan Taman Nasional Kelimutu masih ditutup sementara. Wisatawan pun perlu memastikan status destinasi sebelum berangkat atau berpindah lokasi.
“Kementerian Pariwisata mengimbau wisatawan yang merencanakan perjalanan ke Flores untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, memantau informasi dari sumber resmi, serta menghubungi hotline BPOLBF sebelum keberangkatan,” tulis Kemenpar dalam laman resminya, dikutip Kamis (20/8).
Kondisi akomodasi juga perlu diperiksa karena dampak gempa berbeda di setiap bangunan. Diketahui, Mayoritas hotel besar di Manggarai Barat dilaporkan aman, sementara Hotel Jayakarta masih ditutup akibat kerusakan berat.
Selain itu, perjalanan udara masih mengalami penyesuaian di sejumlah wilayah. Bandara Ende membatalkan penerbangan hingga 20 Agustus, sedangkan penerbangan Wings Air di Bandara Frans Sales Lega Ruteng dibatalkan hingga 22 Agustus 2026.
Informasi perjalanan dapat diperoleh melalui hotline Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) di 0811-3879-4555. Layanan ini memberikan pembaruan kondisi destinasi, penginapan dan akses perjalanan.
Sebagai langkah aman, wisatawan disarankan memilih destinasi yang telah dibuka serta memastikan kondisi penginapan dan transportasi sebelum berangkat. Selama berada di Flores, pengunjung juga perlu mengikuti arahan petugas dan menghindari bangunan yang rusak.
“Kementerian Pariwisata bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memastikan proses pemulihan sektor pariwisata berjalan dengan mengedepankan keselamatan wisatawan dan masyarakat,” tegas Kemenpar.
Kewaspadaan tetap diperlukan karena gempa susulan masih terjadi di Flores. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 2.768 gempa susulan hingga Rabu (19/8/2026) pukul 05.00 WIB.
Dari jumlah tersebut, 24 gempa bermagnitudo di atas 5 dan 81 kejadian dirasakan masyarakat. Karena itu, wisatawan perlu memperhatikan kondisi bangunan dan lingkungan selama berada di wilayah terdampak.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto memperkirakan aktivitas gempa susulan masih berlangsung beberapa pekan.
“Berdasarakan data sementara gempa susulan ini akan berakhir 3-4 minggu ke depan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada gempa bumi susulan yang masih terjadi,” tutur Wijayanto.
Sebelum berangkat, wisatawan sebaiknya memeriksa informasi terbaru mengenai destinasi dan akses perjalanan. Pembaruan Kemenpar dan BMKG dapat menjadi acuan selama merencanakan liburan ke Flores.















