Ilustrasi gedung Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: AI)

Beranda / Ekonomi / IHSG Dibuka Menguat ke 6.700

IHSG Dibuka Menguat ke 6.700

PravadaNews – Pergerakan positif kembali mewarnai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (9/9/2026) pagi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan dengan melanjutkan tren penguatan yang sudah terlihat pada penutupan sehari sebelumnya.

Pada awal sesi pertama, IHSG berada di level 6.700,84 atau menguat 14,40 poin atau setara 0,22 persen dibandingkan posisi penutupan Selasa, 8 September 2026, yang berada di level 6.686,44.

Penguatan tersebut menjadi sinyal awal optimisme investor di tengah dinamika pasar saham yang masih bergerak fluktuatif.

Sejak awal perdagangan, laju IHSG menunjukkan kecenderungan positif setelah pada akhir sesi II perdagangan Selasa indeks berhasil ditutup menguat ke level 6.686,44.

“Hari ini IHSG akan menguji level 6.700-6.750. Namun waspadai aksi profit taking (ambil untung) yang dapat menyebabkan IHSG balik arah,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.

Menurut Tim Phintraco, IHSG bergerak di teritori positif, terutama didukung oleh penguatan beberapa saham dengan kapitalisasi pasar besar.

Selain itu, dibukanya kembali Bandara Soekarno-Hatta menjadi sentimen positif, termasuk data cadangan devisa Agustus yang mengalami kenaikan.

“Sekarang, investor akan mencermati data indeks keyakinan konsumen (IKK) yang akan dirilis Bank Indonesia. IKK diperkirakan sedikit naik di level 117 pada Agustus 2026 dari 116,8 di bulan Juli,” kata Tim Phintraco.

Pergerakan IHSG hari ini, masih akan dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Teluk Persia yang mendorong kenaikan harga minyak.

Penguatan harga minyak Brent mendekati level USD100 per barel membuat defisit APBN 2026 kembali berpotensi melebar.

Dalam APBN 2026, asumsi harga minyak dipatok USD70 per barel.

“Jika harga minyak bertahan di level tinggi dalam waktu lama, juga akan berpotensi mendorong tekanan inflasi di domestik,” ucap Tim Phintraco.

Sektor yang berpotensi paling terkena dampak negatif adalah transportasi, logistik, manufaktur dan barang konsumsi.

Sebaliknya sektor energi (migas dan penunjangnya), serta komoditas terkait energi diperkirakan akan paling diuntungkan.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *