PravadaNews – Cara diet yang benar adalah kunci untuk menurunkan berat badan secara sehat dan menjaga hasilnya dalam jangka panjang. Namun, masih banyak orang yang tergoda menjalani diet ekstrem demi mendapatkan hasil yang cepat.
Padahal, cara tersebut justru dapat meningkatkan risiko kekurangan nutrisi dan membuat berat badan lebih mudah naik kembali.
Selain memilih cara diet yang benar, penting untuk memahami bahwa respons tubuh setiap orang terhadap pola makan dan aktivitas fisik bisa berbeda.
“Oleh karena itu, metode diet yang berhasil pada satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain,” tulis Alodokter, dikutip Minggu (9/8/2026).
Di sisi lain, masih banyak mitos diet yang dipercaya, misalnya tidak makan malam sama sekali atau hanya mengonsumsi satu jenis makanan dalam jumlah berlebihan.
Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat meningkatkan risiko kekurangan nutrisi dan berdampak buruk bagi kesehatan.
Begini Cara Diet yang Benar
Cara diet yang benar tidak hanya berfokus pada penurunan berat badan, tetapi juga membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Agar hasilnya lebih optimal dan bertahan dalam jangka panjang, terapkan beberapa langkah berikut:
- Atur porsi makan
Mulailah mengatur porsi makan dengan menerapkan pola makan seimbang. Artinya, isi setengah piring dengan sayur dan buah, seperempat piring dengan sumber protein, seperti ayam, ikan, telur, atau tahu dan tempe, serta seperempat sisanya dengan sumber karbohidrat, seperti nasi, kentang, jagung, atau ubi. Cara ini dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanpa mengonsumsi kalori berlebihan.
- Pilih makanan bergizi dan bervariasi
Utamakan makanan alami yang minim proses agar kebutuhan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral tetap terpenuhi. Perbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, serta pilih sumber protein rendah lemak untuk membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.
- Hindari diet ekstrem
Jangan memangkas asupan kalori secara drastis atau melewatkan waktu makan demi menurunkan berat badan dengan cepat.
Hindari pula pola diet yang mengharuskan Anda menghindari kelompok makanan tertentu tanpa alasan medis atau hanya mengonsumsi satu jenis makanan dalam waktu lama.
Diet yang terlalu ketat dapat membuat tubuh kekurangan energi, meningkatkan risiko kekurangan nutrisi, mengurangi massa otot, serta memicu berat badan kembali naik (yo-yo effect) setelah diet dihentikan.
- Lakukan perubahan secara bertahap
Mulailah diet dengan kebiasaan sederhana, seperti mengurangi konsumsi gula, memperbanyak sayur dan buah, serta membatasi makanan olahan (processed food), misalnya mi instan, sosis, nugget, daging olahan, makanan cepat saji, dan camilan kemasan. Selain itu, batasi juga konsumsi minuman manis.
Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten umumnya lebih mudah dipertahankan dibandingkan perubahan yang terlalu drastis.
- Penuhi kebutuhan cairan
Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup setiap hari, umumnya sekitar 2 liter atau disesuaikan dengan usia, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan.
Selain membantu menjaga fungsi tubuh, memenuhi kebutuhan cairan juga dapat membantu mengendalikan rasa lapar.
Sebaiknya batasi konsumsi minuman tinggi gula, seperti minuman bersoda, teh atau kopi dengan banyak gula, serta minuman kemasan yang mengandung gula tambahan.















