Real Madrid akan mengawali perjalanan mereka di UEFA Champions League 2026/2027 dengan menghadapi lawan beratnya, Inter Milan. (Foto: AI)

Beranda / Olahraga / Duel Raksasa Eropa di Bernabéu

Duel Raksasa Eropa di Bernabéu

PravadaNews – Real Madrid akan mengawali perjalanan mereka di UEFA Champions League 2026/2027 dengan menghadapi lawan beratnya, Inter Milan, dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit di Stadion Santiago Bernabéu.

Pertandingan ini menjadi salah satu duel paling menarik pada awal fase liga Liga Champions musim ini.

Dua klub dengan sejarah panjang di kompetisi Eropa tersebut sama-sama memiliki ambisi besar untuk membuka perjalanan mereka dengan kemenangan.

Berdasarkan jadwal yang tersedia, pertandingan digelar di Santiago Bernabéu pada Selasa, 8 September 2026 pukul 21.00 waktu setempat, atau Rabu, 9 September 2026 sekitar pukul 02.00 WIB.

Pertandingan ini semakin menarik karena mempertemukan José Mourinho dengan mantan klubnya, Inter Milan.

Mourinho pernah membawa Inter meraih kejayaan terbesar dalam sejarah klub tersebut ketika memenangkan Liga Champions 2010, termasuk mengalahkan Bayern Munich di final.

Kini, lebih dari satu dekade kemudian, Mourinho kembali menangani Real Madrid dan harus menghadapi klub yang pernah dibawanya menjadi juara Eropa.

Real Madrid memasuki pertandingan dengan modal yang tidak sepenuhnya ideal.

Los Blancos baru saja mengalami kekalahan 0-1 dari Real Betis di LaLiga.

Kekalahan tersebut menjadi pukulan karena sebelumnya Madrid memulai musim dengan hasil-hasil positif.

Gol Troy Parrott pada laga tersebut membuat Madrid kehilangan momentum, sementara Kylian Mbappé gagal memanfaatkan peluang emas dari titik penalti pada masa tambahan waktu.

Situasi tersebut membuat pertandingan melawan Inter menjadi kesempatan bagi Madrid untuk segera memberikan respons.

José Mourinho tentu tidak ingin kekalahan domestik tersebut memengaruhi kepercayaan diri anak asuhnya.

Liga Champions juga menghadirkan tuntutan berbeda. Bermain di Santiago Bernabéu, Madrid akan mendapatkan dukungan penuh suporter sekaligus tekanan untuk menunjukkan mereka masih merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa.

Mourinho sendiri menegaskan dirinya tidak merasa mendapat tekanan tambahan untuk memenangkan Liga Champions hanya karena kembali ke Real Madrid. Namun, ekspektasi terhadap klub sebesar Madrid tetap sangat tinggi.

Real Madrid sudah mengoleksi 15 gelar Liga Champions dan musim ini berambisi kembali mengangkat trofi setelah melewati dua musim tanpa gelar utama.

Salah satu persoalan terbesar Real Madrid menjelang pertandingan adalah absennya sejumlah pemain penting.

Arda Güler, Eduardo Camavinga, dan Bernardo Silva harus menjalani hukuman larangan bermain di pertandingan ini.

Selain itu, Aurélien Tchouaméni masih dalam proses pemulihan dari masalah otot.

Kondisi tersebut membuat Mourinho harus melakukan penyesuaian, terutama di sektor tengah.

Jude Bellingham diperkirakan menjadi salah satu pemain yang memegang peranan sangat penting. Gelandang Inggris tersebut berpotensi dimainkan lebih dalam bersama Federico Valverde untuk menjaga keseimbangan tim.

Di depan mereka, Brahim Díaz dapat menjadi opsi sebagai pemain kreatif, sementara Vinícius Junior dan Kylian Mbappé tetap menjadi ancaman terbesar Madrid di lini serang.

Situasi ini menunjukkan Mourinho kemungkinan akan mengutamakan keseimbangan daripada sekadar menurunkan sebanyak mungkin pemain menyerang.

Nama Kylian Mbappé akan menjadi pusat perhatian di Bernabéu. Penyerang Prancis tersebut datang ke pertandingan setelah gagal mencetak gol melalui penalti ketika Madrid menghadapi Real Betis. Kegagalan itu tentu ingin segera ditebus.

Di Liga Champions, Mbappé memiliki catatan impresif bersama Real Madrid. Ia telah mencetak 22 gol dalam 25 pertandingan Liga Champions untuk Los Blancos.

Dua gol tambahan melawan Inter akan membuatnya melewati legenda Madrid, Raúl, dalam daftar pencetak gol sepanjang masa kompetisi tersebut.

Dengan kecepatan, kemampuan mencari ruang, dan kualitas penyelesaian akhir, Mbappé akan menjadi ujian berat bagi pertahanan Inter.

Namun, Madrid tidak hanya bergantung kepada Mbappé. Vinícius Junior dapat menjadi sumber ancaman dari sisi kiri, sementara Brahim Díaz dan Jude Bellingham memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang dari lini kedua.

Jika Madrid mampu menguasai bola sekaligus memberikan suplai cepat kepada Mbappé dan Vinícius, pertahanan Inter berpotensi menghadapi malam yang sangat sibuk.

Berbeda dengan Madrid, Inter Milan datang ke Bernabéu dengan momentum yang lebih positif.

Inter disebut telah meraih tiga kemenangan beruntun dan menunjukkan ketajaman di lini depan. Salah satu pemain yang sedang mendapatkan sorotan adalah Lautaro Martínez.

Kapten Inter tersebut tampil impresif dan menjadi salah satu pemain yang paling diwaspadai Madrid.

Kemampuannya bergerak di antara lini pertahanan lawan membuatnya sangat cocok menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi seperti ini.

Lautaro kemungkinan akan berduet dengan Marcus Thuram di lini depan. Thuram juga tampil mengesankan setelah masuk sebagai pemain pengganti ketika Inter menghadapi Napoli.

Di belakang kedua penyerang tersebut terdapat pemain-pemain berpengalaman seperti Nicolò Barella dan Hakan Çalhanoğlu. Keduanya bisa menjadi kunci dalam memenangkan pertarungan di lini tengah.

Pelatih Inter diperkirakan tetap mengandalkan sistem tiga bek yang menjadi ciri khas mereka.

Alessandro Bastoni dapat berperan sebagai salah satu pusat pertahanan, dengan Yann Bisseck dan Manuel Akanji melengkapi trio bek.

Sementara itu, Andy Diouf berpotensi beroperasi di sisi kanan dan Carlos Augusto di sisi kiri.

Federico Dimarco dipastikan menjadi salah satu pemain yang tidak tersedia setelah mengalami cedera. Kondisi tersebut membuat peran Carlos Augusto menjadi semakin penting.

Di lini tengah, Barella dan Çalhanoğlu diprediksi menjadi motor permainan Inter. Kemampuan mereka menjaga penguasaan bola akan sangat penting karena Madrid kemungkinan berusaha meningkatkan tekanan sejak awal pertandingan.

Pertandingan ini juga menarik dari sisi taktik. Mourinho sangat memahami karakter sepak bola Inter. Ia mengetahui bagaimana tim Italia tersebut dapat bertahan dengan rapat dan kemudian melakukan serangan balik cepat.

Namun, Inter saat ini bukan lagi tim yang sama dengan ketika Mourinho menanganinya pada 2010. Mereka memiliki pemain dengan karakter berbeda dan pendekatan permainan yang terus berkembang.

Madrid kemungkinan akan lebih dominan dalam penguasaan bola, terutama karena bermain di kandang.

Sementara itu, Inter bisa memilih bertahan dengan struktur kompak kemudian mencari celah melalui transisi.

Jika Madrid terlalu agresif menaikkan garis pertahanan, Lautaro dan Thuram dapat menjadi senjata mematikan melalui serangan balik.

Sebaliknya, jika Inter terlalu dalam bertahan, Madrid memiliki cukup banyak pemain yang mampu membongkar pertahanan melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan tanpa bola.

Salah satu kunci pertandingan kemungkinan berada di lini tengah. Madrid kehilangan Güler, Camavinga, dan Bernardo Silva. Absennya tiga pemain tersebut mengurangi opsi Mourinho dalam mengatur permainan.

Karena itu, Valverde dan Bellingham berpotensi mendapatkan beban besar. Valverde dibutuhkan untuk menjaga intensitas dan mobilitas. Sementara Bellingham harus mampu menjadi penghubung antara lini tengah dan serangan.

Di sisi lain, Inter mempunyai Barella dan Çalhanoğlu yang berpengalaman menghadapi pertandingan besar. Jika Inter mampu mengontrol tempo dan membuat Madrid frustrasi, tekanan kepada tuan rumah akan semakin besar.

Namun jika Madrid berhasil merebut bola dengan cepat setelah kehilangan penguasaan, Inter bisa dipaksa bertahan lebih dalam dari yang mereka inginkan.

Secara historis, Madrid juga mempunyai catatan positif ketika menghadapi Inter di era modern. Dalam empat pertemuan terakhir kedua klub di kompetisi Eropa, Madrid selalu meraih kemenangan.

Madrid menang 3-2 atas Inter pada November 2020, kemudian kembali menang 2-0 di Milan beberapa pekan berikutnya. Pada musim berikutnya, Madrid menang 1-0 di Milan dan 2-0 di Bernabéu.

Catatan tersebut jelas memberikan keuntungan psikologis bagi Madrid, meskipun sejarah tidak bisa menjadi jaminan hasil pertandingan kali ini.

Inter tentu akan berusaha menghentikan rangkaian hasil buruk tersebut.

Madrid diprediksi menggunakan sistem 4-2-3-1 atau variasi 4-4-2.

Thibaut Courtois diperkirakan tetap menjadi penjaga gawang. Di lini belakang, Denzel Dumfries, Ibrahima Konaté, Dean Huijsen, dan Marc Cucurella berpeluang tampil.

Di tengah, Valverde dan Bellingham kemungkinan menjadi duet penting.

Sementara Brahim Díaz dapat beroperasi di belakang trio penyerang yang diisi Yan Diomande, Vinícius Junior, dan Mbappé.

Inter diperkirakan menggunakan formasi 3-5-2. J. Martínez; Bisseck, Akanji, Bastoni; Diouf, Barella, Çalhanoğlu, Zieliński, Carlos Augusto; Lautaro Martínez, Thuram.

Susunan tersebut masih merupakan prediksi dan dapat berubah ketika daftar pemain resmi diumumkan sebelum pertandingan.

Untuk prediksi jalannya pertandingan di babak pertama kemungkinan berlangsung dengan Madrid lebih banyak menguasai bola.

Sebagai tuan rumah, Los Blancos diperkirakan mencoba memberikan tekanan sejak menit awal. Bernabéu yang penuh akan mendorong Madrid bermain agresif.

Sementara, Inter kemungkinan tidak terburu-buru keluar dari struktur pertahanan mereka. Strategi tersebut dapat membuat Madrid kesulitan menemukan ruang di sepertiga akhir lapangan.

Pertandingan berpotensi berubah ketika salah satu tim berhasil mencetak gol lebih dahulu.

Jika Madrid mencetak gol cepat, Inter harus keluar dari blok pertahanannya. Kondisi tersebut justru bisa membuka ruang bagi Mbappé dan Vinícius untuk melakukan serangan balik.

Sebaliknya, jika Inter mencetak gol terlebih dahulu, pertandingan bisa menjadi jauh lebih sulit bagi Madrid. Inter memiliki kemampuan mempertahankan keunggulan dengan permainan yang disiplin.

Untuk prediksi skor, di atas kertas, pertandingan ini sangat seimbang.

Real Madrid mempunyai keuntungan bermain di kandang dan memiliki sejumlah pemain kelas dunia di lini depan. Namun, absennya beberapa gelandang penting membuat keseimbangan tim Mourinho menjadi pertanyaan.

Inter memiliki momentum lebih baik dan kemungkinan dapat memberikan perlawanan keras.

Meski demikian, faktor Bernabéu dan kualitas individual Madrid membuat Los Blancos masih layak sedikit diunggulkan. Prediksi Real Madrid 2-1 Inter Milan.

Madrid diprediksi akan memenangkan pertandingan melalui kombinasi tekanan tuan rumah dan kualitas individu Mbappé serta Vinícius.

Inter berpeluang mencetak gol melalui Lautaro Martínez atau serangan balik, tetapi Madrid diperkirakan mampu menemukan gol penentu pada babak kedua.

Dengan demikian, Real Madrid vs Inter Milan bukan sekadar pertandingan pembuka Liga Champions. Pertemuan ini juga menjadi panggung bagi Mourinho untuk menghadapi klub yang pernah ia bawa menjadi juara Eropa, sekaligus kesempatan bagi Madrid membuktikan kekalahan dari Real Betis hanyalah sebuah kesalahan sesaat.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *