Beranda / Nasional / Kalsel Terima Bantuan Rp 30 Miliar untuk Tangani Karhutla 

Kalsel Terima Bantuan Rp 30 Miliar untuk Tangani Karhutla 

Pravadanews – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima bantuan anggaran sebesar Rp 30 miliar dari pemerintah pusat untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional selama proses pemadaman, mulai dari bahan bakar minyak (BBM) hingga konsumsi petugas di lapangan.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatakan, anggaran bantuan tersebut hingga kini masih terus digunakan untuk memenuhi kebutuhan penanganan karhutla. Namun, belum mengetahui secara pasti berapa jumlah anggaran yang telah terserap.

“Yang terpakai mungkin ada berapa saya belum kurang mengetahui. Yang penting ini keperluan minyak, BBM, dan keperluan yang lainnya, jadi makan minum apa itu. Nah jadi kita pakai terus,” ujar Muhidin di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Saat ini, Pemprov Kalsel masih memprioritaskan pemadaman karhutla di kawasan yang berada dekat bandara. Wilayah tersebut menjadi perhatian lantaran kebakaran terjadi di lahan gambut, bahkan dikhawatirkan menghasilkan asap yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan.

Muhidin mengatakan, kawasan sekitar bandara masuk dalam wilayah Ring 1 yang harus dijaga agar dampak karhutla tidak sampai mengganggu operasional penerbangan.

Namun, dalam upaya mempercepat pemadaman, pemerintah juga akan melibatkan sekitar 300 perusahaan. Ratusan perusahaan tersebut nantinya akan dibagi untuk membantu penanganan karhutla di empat zona.

“Perusahaan tadi yang ada 300 akan kita susun di empat zona tadi. Nah, setelah kita susun itu, kalau tidak ada tenaga, kami carikan tenaganya. Tapi kita berikan honor,” kata Muhidin.

Menurut Muhidin, pemerintah daerah dapat menyediakan tenaga dari unsur relawan apabila perusahaan tidak memiliki personel untuk diterjunkan dalam pemadaman. Namun, dalam pemberian honor kepada relawan akan menjadi tanggung jawab masing-masing perusahaan.

“Entah berapa yang cukup, yang memuaskan lah gitu. Karena kan tenaga orang dipakai kan gitu,” jelas Muhidin.

Selain itu, personel yang terlibat dalam penanganan karhutla nantinya akan mengikuti apel secara rutin untuk memastikan jumlah tenaga yang benar-benar diterjunkan ke lapangan.

Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pelibatan sekitar 300 perusahaan merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk melakukan pemadaman Karhutla secara serentak. 

Lebih lanjut, kata Hanif, pihaknya akan menargetkan kebakaran di kawasan prioritas tersebut agar dapat dipadamkan dalam waktu satu hingga dua minggu. Pemadaman dilakukan secara serentak untuk mencegah api kembali menjalar dari satu titik ke titik lainnya.

“Jadi short-term-nya kita padamkan dalam waktu 1-2 minggu, kita gerak serentak 300 unit usaha yang gede, yang besar semua,” ucap Hanif.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *