Illustrasi mengenal pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan. (Foto: Dok. Freepik)

Beranda / Kesehatan / Mengenal Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Mengenal Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan

PravadaNews – Pertumbuhan anak mulai dibentuk jauh sebelum ia masuk sekolah, yakni sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun melalui pemenuhan gizi 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Periode ini menjadi fase penting karena perkembangan otak, organ tubuh, daya tahan, dan metabolisme anak berlangsung sangat cepat.

Pemenuhan gizi yang kurang optimal pada masa awal kehidupan dapat meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang anak. Kondisi itu dapat terlihat melalui gizi buruk, tubuh pendek, keterlambatan bicara, hingga risiko stunting.

Dilansir dari laman Alo Dokter, kecukupan gizi pada periode emas tersebut berperan penting dalam pembentukan daya tahan tubuh dan perkembangan organ anak. 

“Kecukupan gizi dalam 1.000 hari pertama kehidupan dapat memengaruhi masa depan Si Kecil. Hal ini karena sistem kekebalan dan organ tubuh anak sedang berkembang dengan pesat,” tulis Alo Dokter dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

Pada enam bulan pertama, bayi membutuhkan Air Susu Ibu (ASI) sebagai sumber nutrisi utama. ASI mengandung antibodi yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga bayi lebih terlindungi dari paparan virus dan bakteri penyebab infeksi.

Setelah bayi berusia enam bulan, orang tua mulai memperkenalkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) secara bertahap. MPASI dapat diberikan melalui sayuran matang, buah-buahan, daging, kacang-kacangan, ikan, ayam, hati ayam, serta sumber protein lain yang dihaluskan.

Memasuki usia delapan sampai 12 bulan, anak mulai dapat diperkenalkan dengan makanan padat bertekstur lembut untuk melatih kemampuan mengunyah. Saat usia anak mencapai satu sampai dua tahun, variasi makanan dapat diperluas, tetapi pemberian gula tambahan tetap perlu dibatasi.

Zat besi, kalsium, folat, yodium, sinbiotik, kolin, DHA, serta vitamin juga sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Selain nutrisi, anak membutuhkan kasih sayang, rasa aman, perlindungan, stimulasi, dan lingkungan sehat sejak dalam kandungan.

Di sisi lain, penguatan masa kehamilan dan menyusui menjadi bagian dari strategi penurunan stunting. Pemeriksaan antenatal, pemberian tablet tambah darah, pemantauan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium, USG, serta konseling gizi menjadi pintu awal pencegahan risiko.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan, program kesehatan prioritas membutuhkan dukungan pendanaan yang transparan, terukur, dan sejalan dengan target nasional. 

“Anggarannya ada, kesenjangannya ada, sehingga bisa diisi, semuanya transparan. Setelah diterima, laporannya akan ada,” pesan Budi di Pullman Jakarta Thamrin CBD, Kamis (11/6) lalu.

Budi menjelaskan, dukungan donor dapat disalurkan melalui pemerintah, organisasi masyarakat sipil, maupun sektor swasta selama hasilnya dapat dipantau. Melalui pendekatan itu, pendanaan kesehatan dapat diarahkan pada dampak nyata, termasuk penguatan gizi ibu dan anak sebagai bagian dari pencegahan stunting.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *