PravadaNews – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan 6 juta data ganda penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, data ganda itu terjadi karena seorang anak tercatat di instansi. Misalnya, seorang anak terdaftar di Madrasah Tsanawiyah (MTs), namun secara bersamaan tercatat sebagai santri di pondok pesantren.
Maka dari itu, BGN akan mengevaluasi seluruh data penerima manfaat. Selain itu, BGN juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kemudian, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Kesehatan.
“Agar datanya tidak ada double identitas,” kata Sudaryono.
Mantan Wakil Menteri Pertanian itu menjelaskan bahwa akan ada pengurangan sebanyak 6 juta penerima manfaat program MBG ke depannya.
“Kalau nggak salah ada pengurangannya ada sekitar 6 juta,” ujar Sudaryono.
Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari mengatakan, penerima manfaat program MBG sebanyak 61,9 juta. Realisasinya sudah mencapai 74,8% dari target 82,9 juta penerima manfaat.
“Berdasarkan data BGN per 12 Mei 2026, jumlah penerima manfaat yang terdata mencapai 61.991.412 atau 71,8% dari total target 82,9 penerima,” kata Qodari.















